Pemain Harus Jaga Kondisi

341
TETAP BERHARAP: Para pemain PSIS saat berlatih fisik beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TETAP BERHARAP: Para pemain PSIS saat berlatih fisik beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meski sedang dalam kondisi vakum pasca keputusan PSSI untuk meniadakan kompetisi Divisi Utama 2015, pelatih PSIS Semarang tak mau berdiam diri. M Dofir menyiapkan program dadakan, jika sewaktu-waktu tim Mahesa Jenar dituntut untuk segera bertarung di kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut.

“Kami saat ini juga berfikir untuk menyiapkan program dadakan untuk pemain. Bukan tidak mungkin suatu saat kita mendapatkan kabar bahwa kompetisi akan kembali bergulir,” kata Dofir.

Namun yang paling utama, pelatih yang juga pernah berkostum PSIS itu meminta kepada Fauzan Fajri dkk untuk tetap menjaga kondisi masing-masing setelah kemarin manajemen memutuskan untuk meliburkan tim dari kegiatan persiapan. “Mereka pemain profesional, memang sudah sewajarnya bisa menjaga kondisi masing-masing, dan itu saya kira antisipasi yang pertama disamping kami tim pelatih yang juga akan menyiapkan program dadakan,” sambungnya.

Sebenarnya, lanjut Dofir, saat ini kondisi tim Mahesa Jenar sudah siap tempur untuk membidik target tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Maklum saja, tercatat Fauzan Fajri dkk sudah menjalani persiapan teknis selama empat bulan terakhir. “Kalau bisa kami bilang dengan angka, persiapan tim sudah 90 persen ke atas, sisasnya tinggal kami maksimalkan di kompetisi tapi karena kondisinya seperti ini ya mau tidak mau semua harus bisa menjaga kondisi masing-masing dulu,” terang Dofir.

Pihaknya juga berharap, jika memang nantinya tim Mahesa Jenar akan mengikuti kompetisi yang dadakan, timnya bisa memiliki waktu persiapan minimal satu bulan untuk mengembalikan kondisi anak-anak PSIS sebelum benar-benar turun. “Kalau hanya satu atau dua minggu persiapan sebelum kick off tentu cukup berat. Makanya kalaupun nantinya ada keputusan dadakan kami berharap ada jeda waktu minimal sebulan untuk persiapan sekaligus mengembalikan kondisi pemain,” jelasnya.

Seperti diketahui, meski kompetisi diputuskan untuk dihentikan, namun manajemen PSIS melalui CEO PT Mahesa Jenar Semarang, Alamsyah Sukawijaya mengatakan tim tidak akan dibubarkan. Artinya Fauzan Fajri dkk sewaktu-waktu bisa dipanggil kembali untuk menjalani persiapan menghadapi kompetisi. ”PSIS tidak dibubarkan, tetapi diliburkan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut tentang kompetisi Divisi Utama. Kami realistis saja, tidak ada kompetisi, tidak ada pemasukan, tidak ada sponsor,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu. (bas/smu)