Proyek Tol Dikeluhkan Perangkat Desa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PATOKI TANAH : Warga pemilik lahan di Desa Pasekaran Kecamatan/ Kabupaten Batang menunjukan patok yang telah dipasang oleh TPT pada lahan yang akan digunakan jalan tol Batang-Pemalang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PATOKI TANAH : Warga pemilik lahan di Desa Pasekaran Kecamatan/ Kabupaten Batang menunjukan patok yang telah dipasang oleh TPT pada lahan yang akan digunakan jalan tol Batang-Pemalang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Proyek pembangunan jalan tol Batang-Pemalang dikeluhkan warga dan perangkat desa. Pasalnya, meski pada 2008 telah dilakukan pengukuran tanah oleh pihak Tim Pembebasan Tanah (TPT) Kabupaten Batang, namun tidak ada kejelasannya dilanjutkan atau dibatalkan. Akibatnya, warga tidak bisa membangun lahan miliknya atau membuatkan sertifikat.

Adalah Niti Sarwito, 41, warga Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang. Lahannya seluas 2000 meter persegi telah diukur oleh TPT untuk digunakan sebagai jalan tol pada tahun 2008. Kini, lahan tersebut tak bisa lagi digunakan untuk jaminan bank, tak dapat disertifikatkan dan tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan tanpa seizin dan sepengetahuan dari TPT.

“Sejak adanya pengukuran oleh TPT pada 2008, untuk proyek tol Batang-Semarang dan Batang-Pemalang, sungguh menyengsarakan rakyat selama 7 tahun. Tanah yang terkena proyek jalan tol tersebut, tidak boleh digunakan untuk apapun, padahal pihak TPT belum bayar sepeserpun,” ungkapnya.

Karena itu, harapnya, Pemkab harus memberikan kejelasan akan proyek jalan tol Batang-Semarang dan Batang-Pemalang tersebut, karena telah menyesengsarakan rakyat. “Setiap tahun kami hanya membayar Pajak Bumi Bangunan lebih dari Rp 1 juta per tahun. Sementara lahan tersebut tidak boleh digunakan untuk apapun. Kami minta bupati atau gubernur memberikan kejelasan akan proyek jalan tol ini,” tandasnya sambil menunjukkan patok yang telah dipasang oleh TPT.

Keluhan serupa disampaikan oleh Sekretaris Desa Pasekaran, Kecamatan/ Kabupaten Batang, Suprihati. Menurutnya, di Desa Pasekaran, ada 22 warga pemilik lahan yang terkena rencana pembangunan jalan tol dengan lahan seluas 4,2 hektare.

“Selama 7 tahun ini, saya sebagai Sekdes sampai malu. Karena sering diprotes warga pemilik lahan. Terlebih jika surat tanah dan KTP-nya dipinjam untuk kepentingan TPT,” tandas Suprihati.

Sementara Sekretaris Pemkab Batang, Nasikhin, menuturkan bahwa pembebasan lahan jalan tol untuk Batang hingga Semarang, sebagian besar diselesaikan oleh TPT, seperti Desa Cempoko Kuning dan lainnya. “Kami masih menunggu kepastian dari pihak investor, terkait pembebasan lahan untuk jalan tol Batang Pemalang. Dan beda investor dengan jalan tol Batang hingga Semarang,” tutur Nasikhin. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -