Bupati Perintahkan Dinkes Klarifikasi

311
TETAP BERI PELAYANAN : Sekalipun ada permasalahan ketidakcocokan antara Kepala Puskesmas Kalongan dengan pegawainya, pelayanan masih berjalan normal, Selasa (12/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP BERI PELAYANAN : Sekalipun ada permasalahan ketidakcocokan antara Kepala Puskesmas Kalongan dengan pegawainya, pelayanan masih berjalan normal, Selasa (12/5) kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Bupati Semarang Mundjirin memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang untuk segera melakukan klarifikasi terhadap kedua belah pihak yang bermasalah. Menyusul adanya protes pegawai Puskesmas terkait sikap arogansi pimpinannya.

Sementara itu, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang masih menunggu hasil penanganan dari Dinkes. Jika tidak ada penyelesaian, BKD akan mengambil alih penanganan permasalahan tersebut.

“Saya akan memerintahkan kepada BKD untuk melihat kebenarannya. Harus dilihat dulu seperti apa yang sebenarnya terjadi. Jadi harus dilihat dari kedua belah pihak. Jangan hanya laporan satu pihak. Saat ini, masih dalam proses. Belum ada sanksi apapun,” kata bupati, Selasa (12/5) kemarin.

Bupati menduga ada miskomunikasi antara pimpinan Puskesmas dengan bawahannya, sehingga muncul permasalahan. Menurut bupati, jika ada permasalahan dan staf ditegur oleh atasannya, seharusnya menghadap kepada atasannya untuk menyelesaikan. Tidak menyampaikan kepada orang lain.

Teguran dari atasan kepada bawahan, menurut bupati, sebagai bentuk pembinaan jika disampaikan dengan baik. Bupati juga mengingatkan, kepada seluruh pemimpin agar tidak menuntut bawahannya, tapi memberikan bimbingan.

“Jadi tidak kapasitasnya menyampaikan masalah seperti itu kepada orang lain. Masalah dia sendiri dengan atasan, kenapa orang lain diberitahu. Kalau dimarahi atasannya karena salah, harusnya menghadap ke atasan atau atasan memanggil stafnya. Mungkin benar tujuannya, tapi salah penyampaiannya. Mudah-mudahan masalah tersebut bisa secepatnya diselesaikan,” tutur Bupati.

Sementara itu Kepala BKD Kabupaten Semarang, Pramono mengatakan bahwa BKD sudah mendapatkan tembusan petisi dari pegawai Puskesmas Kalongan yang keberatan atas sikap arogan pimpinannya. Namun, pihaknya belum mengambil alih penanganannya. Saat ini, pihaknya masih memantau dan menunggu hasil penanganan oleh Dinkes Kabupaten Semarang. “Itu masalah internal Dinkes, jadi tanggung jawab Kepala Dinkes untuk membina bawahannya. Kalau tidak bisa menangani, baru diambil alih,” ujar Pramono.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalongan, dr Ganis saat dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat. “Pak dokter (kepala Puskesmas) pergi menghadiri kegiatan di Hotel C3 Ungaran,” tutur pegawai Puskesmas.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pegawai Puskesmas Kalongan di Kabupaten Semarang, mengeluarkan petisi berisi keberatan atas cara kepemimpinan kepala Puskesmas yang baru menjabat periode Februari 2015, dr Ganis. Keberatan tersebut disampaikan kepada Bupati Semarang, Kepala Dinkes dan Kepala BKD.

Dalam petisi yang ditandatangani 22 pegawai Puskesmas Kalongan tersebut menyebutkan bahwa Kepala Puskesmas terlalu mengintervensi dan mengintimidasi yang berujung terhambatnya kinerja karyawan. Selain itu, Kepala Puskesmas dinilai sangat arogan saat mengambil keputusan. Bahkan kerap menyampaikan pesan singkat yang bernada ancaman dan juga berbau suku, agama dan ras (SARA) yang membuat pegawai tidak nyaman. Sehingga para pegawai menghendaki agar Kepala Dinkes dapat menindaklanjuti permasalahan tersebut. (tyo/ida)