Jatuh dari Lantai 2 saat Padamkan Api Pasar Johar

240

SEMARANG – Seorang pemuda warga Kampung Sumeneban Nomor 133 RT 4 RW 4, Kauman, Semarang Tengah, hingga kini masih tergolek di ranjang, ruang Anggrek, Rumah Sakit Tugurejo, Semarang. Pemuda bernama Muhammad Akbar Ismail, 21, tersebut masih menjalani perawatan intensif atas sejumlah luka di bagian tubuh, seperti luka patah tulang rahang.

Informasi yang dihimpun JPNN, sejumlah luka yang dialami oleh Ismail terjadi tepat saat kobaran api membakar Kompleks Pasar Johar Semarang, Sabtu (9/5) malam lalu. Pada saat itu, korban ikut membantu proses pemadaman api yang melahap kompleks pasar tradisional tersebut.

Aksi heroik tersebut dilakukan korban bersama puluhan warga lain dengan menggunakan alat seadanya. Akan tetapi, saat berusaha memadamkan api, korban justru terpeleset dan jatuh dari lantai dua. Diduga hal itu terjadi lantaran korban kurang hati-hati saat memadamkan api.
”Jatuh saat membantu memadamkan api. Sekarang masih dirawat di rumah sakit. Luka paling parah yaitu luka patah tulang rahang sebelah kanan,” ujar Edi Mukhlis, ayah korban, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (12/5).

Edi menjelaskan, kondisi anaknya hingga Selasa (12/5) siang sudah mulai membaik. Tapi yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit. ”Ini sudah mulai membaik, semoga bisa cepat pulang,” imbuh Edi.

Pihak rumah sakit saat dikonfirmasi membenarkan adanya korban kebakaran Pasar Johar yang dirawat di tempatnya. Hal itu dikatakan oleh kepala perawatan ruang Anggrek RS Tugurejo Semarang, Hendrik. Dikatakannya, korban atas nama Muhammad Akbar Ismail diketahui masuk pada Minggu (10/5), sekitar pukul 02.00. ”Iya ada, korban kebakaran Pasar Johar. Satu orang dan sekarang dalam proses penyembuhan,” terangnya.

Terpisah, Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Ifan Taufik, mengatakan, pihaknya sudah mengetahui adanya korban yang jatuh dalam insiden kebakaran tersebut. Meski demikian pihaknya belum mengetahui secara detail terkait latar belakang kejadian tersebut.
”Nanti akan kami mintai keterangan. Apakah korban naik ke lantai dua atas rasa solidaritas atau ada yang menyuruhnya. Tapi kami tunggu korban sembuh dulu. Untuk asuransi itu yang mengurus sekcam,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin. (har/jpnn/zal/ce1)