Pertahankan Bangunan Asli Pasar Johar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PASCA Pasar Johar terbakar dahsyat, barangkali kita masih ingat lima tahun silam, tepatnya pada 2010 pernah digelar sayembara desain Pasar Johar Semarang oleh Dinas Pasar Kota Semarang melalui program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri. Kegiatan bertajuk sayembara ide desain arsitektur kawasan Pasar Johar yang dibiayai dana APBD Kota Semarang itu digelar pada masa pemerintahan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip.

Terpilih sebagai pemenang sayembara desain Pasar Johar waktu itu adalah seorang dosen Teknik Arsitek Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Bambang Supriyadi atau sering dipanggil Pipiek. Namun entah kenapa, Pemkot Semarang yang saat itu getol sosialisasi dengan menghelat sayembara desain Pasar Johar, sampai sekarang belum ada tindak lanjut berarti.

Bambang Supriyadi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang kemarin (12/5) menjelaskan, pascasayembara itu, memang beberapa kali diselenggarakan diskusi tentang hasil sayembara tersebut. ”Tetapi kelihatannya terhenti, karena persoalan pembiayaan yang memang diperkirakan cukup besar,” kata Bambang Supriyadi.

Dia mengaku, sudah setahun lebih tidak ada komunikasi dengan pihak pemkot terkait pengembangan Pasar Johar. Hingga pada Sabtu (9/5) malam, pasar legendaris tersebut ludes terbakar.

Menurut Bambang, bangunan Pasar Johar karya arsitek asal Belanda Thomas Karsten itu sempurna menciptakan desain pasar. Karsten memadukan penyinaran matahari, perilaku pengguna pasar, interaksi masyarakat, bahkan kehidupan hewan. Semua dipelajari, hingga tercipta arsitektur yang bermutu. Struktur lama ini meski terbakar, masih tetap utuh.
”Johar bernilai tinggi. Jadi, pengembangan Pasar Johar tidak boleh mengotak-atik arsitektur bangunan lama,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, konsep desain yang ia ciptakan dalam sayembara 2010 itu adalah tanpa mengubah desain Pasar Johar yang asli. Prinsipnya, bangunan Pasar Johar tidak hanya bangunan ekonomi. Tapi merupakan bangunan sosial ekonomi dan budaya. ”Maka bangunan lama tidak boleh diubah. Dalam desain saya, pengembangan hanya dilakukan untuk Pasar Yaik Permai. Sedangkan Pasar Johar lama masih utuh,” katanya.

Dalam desain tersebut, Pasar Yaik Permai dibangun 5 lantai. Dua lantai dari bawah didesain untuk pedagang tradisional. Sedangkan 3 lantai atas disediakan untuk investasi.

”Proses pengelolaannya, pemerintah harus hati-hati. Yang boleh dipegang oleh pihak ketiga, atau investor adalah pengembangan Pasar Yaik Permai. Sedangkan untuk Pasar Johar Lama harus dikelola oleh pemerintah,” ujarnya.

Pria yang telah menekuni bidang arsitektur kurang lebih 30 tahun ini mengaku ngeri dengan istilah investor. Sebab, kepentingan investor tidak terkendali. Maka dari itu, pemerintah harus mewaspadai.

Dikatakan Bambang, Pasar Johar merupakan pasar terbesar di Jateng. Perkembangannya cukup pesat dengan jumlah pedagang yang membeludak. Bahkan sediaan lantai dan ruang tidak imbang dengan jumlah pedagang yang ada. ”Sehingga para pedagang menempati jalan-jalan di sekitar lokasi tersebut. Akibatnya, bangunan asli dikepung oleh kios-kios. Bangunan lama tidak kelihatan,” katanya.

Karena itu, jika saat ini Pasar Johar hendak dikembangkan, maka pemerintah perlu meneliti secara cermat. Ada prinsip tata kota dengan desain sederhana dan menyediakan ruang terbuka. ”Banyaknya kios-kios harus ditelanjangi lagi, agar struktur bangunan asli bisa dilihat dari luar. Perlu penelitian, baik pencahayaan, ruang terbuka, lubang, butuh rekayasa teknologi,” ujarnya.

Jarak antara Pasar Johar dan Pasar Yaik harus terpisah. Jarak idealnya kurang lebih 25 meter. Bangunan kuno harus terjaga dari getaran. ”Kembalikan Pasar Johar dengan rekayasa teknologi. Butuh dihitung betul. Pedagang disediakan tempat nyaman dan aman,” katanya.

Ciri khas bangunan Pasar Johar lama adalah atapnya menyerupai gugusan cendawan. Atap tersebut menyebabkan pasar dua lantai mampu menghemat energi karena sinar matahari dan udara bebas masuk. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -