Raskin Kiriman Bulog Selalu Berkutu

267
TAK LAYAK MAKAN : Rasmani, koordinator Raskin Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang, menunjukkan kualitas raskin yang jelek dan tak layak dikonsumsi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK LAYAK MAKAN : Rasmani, koordinator Raskin Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang, menunjukkan kualitas raskin yang jelek dan tak layak dikonsumsi. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran beras miskin (Raskin) sebanyak 1 ton berkualitas jelek, apek, berbau dan berwarna kuning, sebanyak 120 warga Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang, menolak mengambil raskin untuk bulan Mei. Akibatnya, raskin tersebut menumpuk di gudang Kantor Balaidesa Pasekaran.

Karena takut busuk, maka Raskin sebanyak 1 ton tersebut dikembalikan ke Bulog Sub Divre Wilayah VI Batang. Namun ditolak dan dikembalikan lagi ke Balaidesa Pasekaran dengan kualitas yang sama, apek berbau dan berkutu.

Kundriyah, 36, warga Desa Pasekaran, penerima raskin mengungkapkan bahwa jatah beras rakin bulan Mei, tidak bisa dikonsumsi karena beras tersebut berbau apek, berwarna kuning dan berkutu. Bahkan, saat dimasak, ketika matang pun tetap tidak bisa dikonsumsi karena tidak bisa bertahan lama dan berair. “Berasnya kalau dimasak berair dan cepat basi. Sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” ungkap Kundriyah.

Rasmani, 56, warga Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang, koordinator raskin Desa Pasekaran, Selasa (12/4) siang kemarin, mengungkapkan bahwa raskin sebanyak 1 ton jatah bulan Mei yang seharusnya dibagikan ke 120 warga, tidak diambil oleh warga penerima jatah raskin. “Dari 120 kantong raskin yang seharusnya dibagikan, hingga dua minggu baru 30 warga yang mengambil,” ungkap Rasmani.
Sekretaris Desa Pasekaran, Kecamatan/Kabupaten Batang, Suprihatin, menandaskan bahwa Bulog Sub Divre Wilayah VI Batang setiap bulannya selalu mengirim raskin sebanyak 1 ton dengan kualitas yang jelek, berbau apek berwarna kuning dan berkutu.

Menurutnya raskin yang jelek tersebut, telah berulang kali dikembalikan ke Bulog Sub Divre Wilayah VI Batang. Namun selalu dikembalikan ke balaidesa dengan kualitas yang sama. “Setiap kali dikembalikan ke Bulog, selalu dikirim kembali dengan kualiatas jelek, berbau apek berwarna kuning dan berkutu. Sehingga kami selalu rugi mengeluarkan uang transportasi,” tandas Suprihatin. Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Wilayah VI Batang, Ngatimin, menolak saat dikonfirmasi dengan alasan sedang mengadakan rapat. (thd/ida)