Warga Abadikan Jembatan Lama, Sebelum Dibongkar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JALUR UTAMA : Jembatan Surobayan merupakan akses utama penghubung wilayah utara dan selatan Kabupaten Pekalongan. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JALUR UTAMA : Jembatan Surobayan merupakan akses utama penghubung wilayah utara dan selatan Kabupaten Pekalongan. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Keberadaan Jembatan Paesan atau Surobayan yang berumur lebih dari 60 tahun, akan segera dipugar. Jembatan yang memperlancar aktivitas masyarakat itu akan dibangun layaknya jembatan di Singapura yang artistik dan menarik perhatian wisatawan.

FAIZ URHANUL HILAL, Kajen

LALU lalang masyarakat dengan berbagai aktivitasnya masih terlihat seperti biasa pada Selasa (12/5) kemarin. Baik para pedagang, karyawan, pelajar, pengusaha, pengangguran, pejabat, angkutan umum hingga kendaraan pribadi terlihat melintasi jembatan strategis menuju pusat Kabupaten Pekalongan itu.

Namun seorang warga terlihat berhenti sejenak di atas Jembatan Surobayan. Pria yang mengaku bernama Raharjo itu lantas mengeluarkan handphone dan memotret Jembatan Surobayan, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motornya.

Ketika berhenti di sebuah konter handphone sebelah selatan jembatan, Raharjo berbagi obrolan terkait aktivitasnya di atas Jembatan Surobayan. “Kan besok (Rabu, 13/5) mau dibongkar. Jadi tadi saya potret untuk kenang-kenangan. Iseng saja sih mas,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Warga Kecamatan Bojong itu akhirnya memaparkan bahwa aktivitas memotret Jembatan Surobayan bukan sekadar iseng. “Jembatan ini ada sejarahnya. Usianya saja lebih tua banget dari pada umur saya,” timpalnya.

Pria berusia 35 tahun itu merasa prihatin dengan masyarakat yang tak lagi memperhatikan esensi dan sejarah dari jembatan tersebut.
“Masyarakat sekarang melihat jembatan ya sebagai jalan penghubung saja. Padahal jika tidak ada jembatan itu, bagaimana susahnya melakukan aktivitas, mengantar anak sekolah, berangkat kerja atau bahkan berangkat menjambret sekalipun,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Surobayan tidak lepas dari sisi yang tidak kasat mata. Oleh karena itu, sebagai warga Kabupaten Pekalongan, dia meminta pemerintah yang hendak membongkar jembatan tersebut, tidak meninggalkan sisi spiritualitasnya.

“Saya hanya warga biasa yang tidak punya pengaruh. Tapi mohon diperhatikan hal-hal yang saat ini sudah dianggap masyarakat tidak penting itu. Petinggi kabupaten pasti paham, wong sama-sama orang Jawa,” timpalnya sembari tertawa.

Pria nyentrik yang terus memandang ke arah jembatan itu menambahkan, pembangunan jembatan bisa mendatangkan manfaat bagi orang banyak, namun juga bisa membuat celaka. “Ya, semoga berjalan lancar, karena pembangunan jembatan ini tujuannya baik,” imbuhnya sambil mengendarai sepeda motor bututnya.

Di lokasi terpisah, Mashudi, 40, mengatakan, dirinya saban hari melewati Jembatan Surobayan untuk berangkat ke tempat kerja. “Jembatan itu memang buat lewat kendaraan. Saya dengar, bongkarnya besok. Jadi hari ini masih bisa lewat,” ungkapnya.

Menurut Mashudi, dengan dibongkarnya Jembatan Surobayan, akan menambah biaya operasional meningkat, karena harus melewati jalur alternatif yang lebih jauh. “Sebenarnya ya berat, tapi mau bagaimana lagi, lha wong memang mau dibongkar. Otomatis bensin yang biasanya butuh satu liter, kini jadi dua liter. Apalagi pembangunannya sampai akhir setelah Lebaran,” ujarnya.

Meski begitu, warga Kedungwuni itu mengaku, menyambut positif pembangunan tersebut. Jembatan tersebut nantinya menjadi lebar dan bagus. “Kemarin saya ikut melihat Pak Antono pas di Jembatan Bugangan itu. Katanya jembatan ini mau dibuat lebar dan bagus. Itu benar, karena kalau Lebaran, Jembatan Surobayan pasti macetnya tidak ketulungan,” timpalnya.

Bupati Pekalongan, Amat Antono, saat peresmian jembatan darurat di Desa Bugangan Kecamatan Kedungwuni, Senin (11/5) lalu mengatakan bahwa dirinya meminta masyarakat setempat untuk menggelar acara sebelum dilakukan pembongkaran Jembatan Surobayan. “Mengko, nek meh dibangun, Pak Kades, bikin acara. Ben kegiatan pembangunan ini lancar,” ungkapnya.

Jembatan Surabayan yang dibangun menggunakan anggaran senilai Rp 25,5 miliar, kata Antono, akan mulai ditutup Rabu (13/5) ini. Rencananya akan dibangun seperti jembatan di Singapura. Sehingga memiliki pesona bagi para pecinta fotografi.

Oleh karena itu yang akan melewati Jembatan Surobayan sementara waktu dialihkan lewat Desa Bugangan sampai jembatan baru tersebut jadi sekitar 4 Desember 2015 nanti. “Saya minta keikhlasannya ya pak, bu, karena jalan desa ini akan semakin padat,” kata Antono kepada ratusan masyarakat yang memenuhi lokasi. (*/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -