Ditertibkan, Acungkan Celurit

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG – Lantaran dinilai menganggu ketertiban, belasan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) yang ada di Kabupaten Batang, Minggu (17/5) siang berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Batang.

Aksi kejar-kejaran sempat terjadi, saat beberapa PGOT yang tengah bersantai di Alun-Alun Batang, terkejut melihat kedatangan Satpol PP yang sudah mengepung gelandangan tersebut. Karena terdesak, salah seorang gelandangan asal Pemalang sempat mengeluarkan senjata tajam berupa celurit untuk menakut-nakuti anggota Satpol.

Melihat situasi yang tidak kondusif, akhirnya diadakan dialog. Bahwa gelandangan yang membawa celurit atas nama Sarjo tersebut, untuk dipisahkan dengan yang lain serta tidak dibawa ke mobil operasional Satpol PP. Namun saat senjata tajam diserahkan, Sarjo langsung ditangkap dan dimasukkan ke mobil Satpol PP.

Meski aksi razia terhadap PGOT sering dilakukan oleh Satpol PP. Namun keberadaan PGOT bukan semakin berkurang, justru semakin banyak. Bahkan sejak Alun Alun Batang dipercantik, dengan adanya taman dan lampu malam, jumlah PGOT semakin banyak. Dari hasil razia Minggu (17/5) siang, sebanyak 27 PGOT diamankan dengan satu diantarannya membawa celurit.

Sarjo, 52, warga Desa Ujunggede, Kecamatan Comal, Kabupaten Batang, yang ikut terjaring dalam razia PGOT, mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya bukan gelendangan, hanya buruh yang bekerja membersihkan rumput pada rumah tangga.

Namun karena sudah tiga hari tidak ada pekerjaan, maka dirinya beristirahat di Alun-Aun Kota Batang, sambil menunggu pekerjaan membersihkan rumput, dan bermaksud pulang pada hari Senin (18/5) setelah mendapatkan uang.

“Saya memang tidak punya KTP, tapi saya tidak menggelandang,” ungkap Sarjo mengelak dituduh gelandangan, saat di dalam karung ditemukan puluhan uang ribuan dan uang receh.

Kasie Linmas, Faizin, yang sementara memimpin razia, mengatakan bahwa keberadaan PGOT di Kabupaten Batang kian meresahkan. Maka operasi terhadap PGOT pun ditingkatkan. Menurutnya, dalam operasi tersebut pihaknya melibatkan 30 personel anggota Satpol PP. (thd/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -