Keluhkan Pembagian Air Irigasi Senjoyo

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

ISI WAKTU LUANG : Sejumlah warga mengisi waktu luang dengan memancang di Tanggul irigasi di Tegalwaton, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ISI WAKTU LUANG : Sejumlah warga mengisi waktu luang dengan memancang di Tanggul irigasi di Tegalwaton, kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SURUH – Sejumlah petani di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang dan Kecamatan Tingkir Salatiga mengeluhkan masalah pengairan dari irigasi Senjoyo. Air yang menuju ke Kecamatan Suruh dan Salatiga jumlahnya sama dengan yang menuju Tegal Waton. Padahal sawah di Suruh jumlahnya lebih banyak dan mencapai 2 ribu hektar.

Debit air yang mengairi sawah warga menuju kecamatan Suruh kecil. Keterangan sejumlah petani, setiap hari senin sampai Jum’at pengairan sawah dari mata air Senjoyo dialirkan ke Kabupaten Semarang. Sedangkan Sabtu-Minggu pengairan sawah dialirkan ke Salatiga.

Sunaryo, 57, warga Keboan, Kecamatan Suruh, mengatakan, perlu ada kajian lagi dalam pembagian air. Karena irigasi yang mengairi Suruh dan Salatiga mengairi ribuan hektar tanah petani. Sedangkan di Tegal Waton hanya puluhan hektar. “Kami berharap ada kebijaksanaan dari pemerintah. Karena ini sudah memeasuki musim kemarau. Dan dipastikan debit air di mata air Senjoyo akan mengalami penurunan,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, mata air dari Senjoyo terus mengalami penurunan debit air dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Dinas Pengairan Kecamatan Tengaran, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang mencatat di tahun 1995 debit air di Mata Air Senjoyo mencapai 1.115 liter/detik. Tapi tahun 2008 turun menjadi 838 liter/detik. Di musim kemarau, debit air menyusut lagi kurang lebih 40 persen. Di bak penangkap mata air PDAM Kota Salatiga, ketinggian air yang pada tahun 2000 mencapai 140 cm, pada tahun 2006 hanya sekitar 90 cm. Bahkan, penelitian terakhir debit mata air Senjoyo turun menjadi 500 liter/detik.

Ironisnya, mata air yang mengaliri PDAM Salatiga, Kecamatan Tengaran dan daerah sekitar tidak mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Sehingga, kondisi ini mengundang beberapa organisasi masyarakat, untuk bersama-sama dengan sukarela membersihkan Mata Air Senjoyo. Hasilnya cukup memuaskan, karena Mata Air Senjoyo kini sudah mulai bersih dan tertata.

Selain masalah air yang mengancam petani di Kecamatan suruh. Sejumlah petani juga mengeluhkan hama tikus yang masih belum bisa diatasi sampai sekarang. “Beberapa kelompok tani sudah mulai memasang rumah-rumah untuk burung hantu di sawah-sawah petani untuk mengurangi hama tikus,” tambahnya. (abd/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -