Kembalikan Eksistensi, Anggota Didoktrin Kekeluargaan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

FOTO: NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG
FOTO: NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG

Sempat vakum beberapa tahun, Karimun Club Indonesia Semarang (KCIS) bangkit kembali. Seolah lahir kembali, komunitas mobil yang merangkul semua varian Suzuki Karimun ini tampil lebih solid. Dengan menyuntikkan doktrin kekeluargaan, KCIS jadi lebih kompak. Seperti apa kekompakannya?

Ajie Mahendra

Ketua KCIS Cournelius Dwihangoro menuturkan, Suzuki Karimun merupakan mobil keluarga. Karena itu, KCIS ingin mengusung predikat sebagai klub yang kental dengan nuansa kekeluargaan. Semua visi dan misi yang dicetuskan rata-rata diperuntukan sebagai wujud solidaritas. Maklum, komunitas yang kini dihuni 122 anggota ini berasal dari berbagai latar belakang. Dari mahasiswa, pengusaha, PNS, TNI, Polri, dan lain sebagainya.

Hal itu terlihat jika mengintip program-program yang masuk dalam jadwal rutin mereka. Sebut saja donor darah, bakti sosial, menyantui anak yatim, dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan dalam peringatan ulang tahun ke-4 KCIS di dealer Suzuki Jalan Pemuda, kemarin.

“Hari ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 37 kantung darah hasil dari donor darah massal. Kami juga mengajak seluruh anggota dan masyarakat umum untuk mengikuti workshop defensive safety driving,” ucap pria yang akrab disapa Aang.

Safety driving ini sedikit berbeda dengan sosialisasi yang kerap digelar komunitas otomotif lain. Workshop ini lebih menekankan agar pengemudi mobil lebih mengutamakan keselematan pengguna jalan lain sebelum menyelematkan diri sendiri.

“Masih banyak lagi rangkaian acara sebagai peringatan ulang tahun hingga 28 Mei nanti. Seperti Minggu depan, kami mengadakan bazar mini yang juga digelar di sini (delar Suzuki Jalan Pemuda),” paparnya.

Bazar mini ini terbilang unik. Aang menggambarkan, mobil-mobil Karimun anggota akan dijajar di parking lot dengan bagasi terbuka. Nah, bagasi itulah akan dirancang seperti kios. “Banyak macam yang dijual. Dari sembako, pakaian, kuliner, dan lain sebagainya. Nantinya, 50 persen keuntungan yang didapat dari bazar itu akan disumbangkan untuk amal,” imbuh Aang.

Dia berharap, kegiatan amal yang digelar hampir setiap tahun ini bisa membuat komunitas ini makin besar anggotanya dan solid. Pasalnya, kumpulan para pencinta Karimun di Semarang ini pernah vakum sebelum akhirnya dilahirkan kembali oleh Nana Djunaedi, Satrio, Sigit Pandu, Raymod, Ari Sepeda Lipat, dan Aang.
“Waktu itu, kami berenam sedang makan bersama di warung nasi Jalan Pemuda. Sebagai pengguna Karimun, kami ingin sekali punya komunitas yang banyak berkegiatan di Kota Semarang. Setelah mencari tahu, ternyata ada tapi vakum. Lalu, kami berenam mencoba menghidupkan lagi,” kenangnya.

Setelah terbentuk, mereka aktif memromosikan komunitas tersebut lewat jejaring sosial. Mereka juga mengenalkan komunitas ke masyarakat saat Car Free Day (CFD) setiap Minggu di Jalan Pahlawan. Akhirnya, dari enam anggota, jumlah mereka terus bertambah hingga kini mencapai 122 anggota.

“Ada anggota kami yang saat itu kenal pengelola Suzuki di Semarang dan mengenalkan komunitas ini. Akhirnya, kami terdaftar sebagai Komunitas Karimun Club Indonesia sebagai pengurus daerah di Kota Semarang,” terang Aang.

Sejak terdaftar resmi di Suzuki, anggota mendapat beberapa keuntungan. Mulai, diskon servis mobil hingga diskon pembelian sparepart di dealer resmi Suzuki. “Kami juga kerap saling sharing soal perawatan hingga modifikasi Karimun. Sampai akhirnya menemukan cara membuat kinerja kopling lebih ringan melalui pemasangan peringan kopling. Ada juga yang memberi tips menghilangkan hentakan pada AC mobil. Semua ide-ide itu datang dari anggota,” pungkasnya. (*/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -