Liburan, Pantai Boom Makan Korban

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CARI KORBAN : Petugas kepolisian dan Tim SAR sedang melakukan pencarian korban yang terseret ombak Pantai Boom, kemarin. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
CARI KORBAN : Petugas kepolisian dan Tim SAR sedang melakukan pencarian korban yang terseret ombak Pantai Boom, kemarin. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Sebanyak 6 anak terseret ombak Pantai Boom di Jalan Pantai Sari, Kecamatan Panjang Baru, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan selama musim liburan Jumat (15/4) dan Sabtu (16/5). Satu anak Kamal Sadana, 13, pelajar SMP 15 kelas 1, warga Tirto Gang 18 Kecamatan Pekalongan Barat, kota Pekalongan terseret ombak dan belum diketemukan hingga berita ini ditulis, Minggu (17/5).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, pada Jumat (15/5) Tim SAR Pol Air Bripka Martono bersama personel Polsek Pekalongan Utara dan bantuan masyarakat bisa memberikan pertolongan kepada anak yang terseret ombak. Yang mana pada sekitar pukul 13.00, tiga orang anak dilaporkan terseret ombak Pantai Boom yang sedang pasang. Dua orang yang belum diketahui identitasnya cepat diselamatkan oleh warga.
Namun Khoulum Makrus, 13, warga Kelurahan Panjang hampir 20 menit tidak diketemukan. Akhirnya Tim SAR Pol Air bersama personel Polsek Pekalongan Utara langsung terjun ke pantai. Dan akhirnya korban masih bisa diselamatkan dalam keadaan hidup.

Baru hari berikutnya terjadi anak terseret ombak dan tenggelam, peristiwa tragis kembali terjadi sehari kemudian atau tepatnya, Sabtu (16/5) pagi. Berniat mengisi liburan dengan bermain bola di pantai, 3 anak masing-masing Kamal Sadana, 13 pelajar SMP 15 kelas 1, warga Tirto gang 18 Kecamatan Pekalongan Barat, kota Pekalongan, Muhammad Faris Wicaksono, 13, pelajar SD Tirto 03 yang masih merupakan kerabat Kamal dan Richard Hukana, 13, pelajar SMP 15 warga Tirto gang 2 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan datang di lokasi yang sama.

Setelah asyik bermain bola, mereka nekat berenang ke bibir pantai ke arah Geotube (karung pasir penahan ombak, red). Asyik bermain lompat-lompatan, ada ombak besar menghantam ketiganya. Salah seorang anak, Mohammad Faris yang tidak bisa berenang terlempar dan terseret ombak lantas saudara Kamal Sadana membantu menolong, namun nahas dirinya malah terseret ombak dan hilang sampai sekarang.

Hal tersebut dibenarkan saksi mata, Ramdhani, 29, Ketua RT setempat. Entah karena terlalu asik atau apa, ketiganya nekat bermain di tanggul Geotube yang berjarak 50-an meter dari pantai. Namun ombak besar menghantam mereka, sehingga Mohammad Faris yang tidak bisa berenang terlempar dan terseret ombak. “Kemudian Kamal Sadana membantu menolong, M Faris bisa diselamatkan namun Kamal Sadana malah setelah terseret ombak dan hilang, sementara satu temanya lagi Richard Hukana yang juga selamat meminta pertolongan ke warga,” Jelasnya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Pekalongan Utara AKP I Ketut Lanus menegaskan pihaknya sudah melarang anak-anak maupun orang dewasa sementara mendekati pantai. “Karena sebelumnya juga terjadi hal yang sama, 3 anak nyaris saja tenggelam namun bisa diselamatkan. Namun kali ini kejadian hampir serupa namun ada satu yang belum bisa ditemukan sementara 2 anak lainnya selamat,” ujarnya.

Dia menerangkan tim Polres dibantu dengan bantuan Tim SAR dari Basarnas, Satpol PP Air, Pol Air, Kanzus Sholawat, Sotong Resque sejak Sabtu pagi melakukan pencarian. Dan berhenti pada sore hari, karena kecapekan dan keadaan gelap. Kemudian dilanjutkan pada Minggu pagi sampai berita ini ditulis tetap dilakukan pencarian korban.

Keluarga korban juga sejak Sabtu pagi stand by di Pantai Sari untuk terus memantau pencarian. Berbagai upaya terus dilakukan, dari mendatangkan beberapa orang pintar sampai doa bersaam teman-teman sekelas korban di SMPN 15 Kota Pekalongan. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -