Napak Tilas Sastra dan Jadi Insprasi Sastrawan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

INSPIRASI ALAM: Para Sastrawan melakukan kemah sastra di Kebun Teh Medini yang digelar oleh KLM dan APSAS. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INSPIRASI ALAM: Para Sastrawan melakukan kemah sastra di Kebun Teh Medini yang digelar oleh KLM dan APSAS. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Komunitas Lereng Medini (KLM) bekerja sama dengan milis Apresiasi Sastra (Apsas) menggelar kemah sastra di Kebun Teh Medini, yang berada di Dusun Ngesrep Desa Balong Kecamatan Limbangan. Sebanyak 120 orang tampak begitu antusias bertukar pikiran dan mengeksplor karya sasta masing-masing. Tempat yang sejuk, indah dan sunyi menjadi daya tarik bagi mereka para sastrawan untuk tempat saling berbagi pengalamannya itu lewat sesi napak tilas. Mereka menyusuri jalan setapak membelah Gunung Medini ke Promasan. “Saya suka keindahan alam di Lereng Medini. Masih terlihat alami dengan pemandangan pohon teh. Kemurnian alam ini dapat mengispirasi saya untuk menulis. Saya pernah di sini sekitar tahun 1970 dan kondisinya tak jauh beda,” kata salah satu pemandu F Rahardi, sastrawan yang pernah proses kreatif di bidang sastra di Komunitas Lereng Medini.

Selain napak tilas, dalam kegiatan bertajuk ‘Alam Sebagai Sumber Intuisi’ tersebut, para peserta juga mendapat sejumlah materi lain. Diantaranya, Martin Aledia yang memaparkan tema ‘Sastra Kampung Halaman.’ Selain itu Kritikus sastra asal Kalimantan Timur, Korrie Layun Rampan yang akan membawakan tema ‘Alam Sebagai Sumber Intuisi’. Dalam kesempatan itu, Korrie yang pernah bergabung dengan Persada Studi Klub, sebuah klub sastra di Yogyakarta juga akan meluncurkan buku antologi puisi Suara Sendawar Kendal karyanya bersama penyair asal Kendal Gunoto Saparie.

Acara juga diisi dengan nonton bareng foto-foto “Menyusuri Lorong-lorong Dunia” bersama Sigit Susanto (penulis catatan perjalanan dan traveller). “Untuk bersastra diperlukan kepekaan rasa. Sebab melalui kepekaan akan mampu menguak rasa, sehingga penulis pun mampu melukiskan dalam bentuk kata lalu menjadi tulisan,” kata Korrie.

Ia menambahkan, seseorang penulis biasanya kerap kesulitan untuk menuliskan kalimat pertama. Kalimat pertama menurutnya akan menjadi penentu untuk menguntai kalimat atau paragraph selanjutnya. “Makanya inspirasi alam sebagai intuisi itu perlu,” kata sastrawan yang telah melahirkan 357 buku karya sastra itu.

Koordinator acara, Heri C. Santoso mengatakan, acara kemah sastra ini diselenggarakan sebagai wadah silahturahmi spiritualisme antar individu dan komunitas dari berbagai daerah. Selain itu, juga sebagai bentuk saling sapa antara sastra dan alam sebagai sumber intuisi dan inspirasi. “Yang tak kalah penting sebagai alternatif ruang untuk proses kreatif dan belajar sastra bagi peserta di alam terbuka, melalui sastrawan yang kami hadirkan,” kata Heri yang juga koordinator Komunitas Lereng Medini.

Heri berharap, acara ini bisa sebagai ajang saling asah-asih-asuh antar penulis/ sastrawan lintas generasi. Acara kemah sastra ini merupakan rangkaian dari acara Parade Obrolan Sastra ke- 8 tahun ini. Parade Obrolan Sastra menjadi acara tahunan yang digelar Komunitas yang bersekretariat di Pondok Maos Guyub sejak tahun 2008. Antusiasme peserta dalam acara ini cukup tinggi. Tercatat, sebanyak 120 orang dari berbagai komunitas, universitas dan lembaga dari berbagai daerah mengiktui acara ini. Beberapa peserta berasal dari komunitas dan individu berasal dari: Yogyakarta, Magelang, Kudus, Bogor, Jakarta, Semarang, Kendal, Ungaran, dan Salatiga. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -