PAD Perikanan Terus Menurun

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENURUN : Adanya Permen Kelautan Perikanan (KKP) No.2 Tahun 2015, serta buruknya cuaca membuat tangkapan ikan sedikit, dan berdampak pada menurunya PAD. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
MENURUN : Adanya Permen Kelautan Perikanan (KKP) No.2 Tahun 2015, serta buruknya cuaca membuat tangkapan ikan sedikit, dan berdampak pada menurunya PAD. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG- Lantaran adanya Permen Kelautan dan Perikanan (KKP) No.2 Tahun 2015 tertanggal 8 Januari 2015, tentang larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik, yang berdampak dengan tidak melautnya ribuan nelayan di Kabupaten Batang. Berdampak pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Batang.

Memasuki pertengahan tahun 2015, PAD Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Batang, masih jauh dari target yang ditentukan sebesar Rp 1,5 miliar per tahun. Hingga akhir bulan April 2015 kemarin, PAD masih berkutat pada angka Rp 300 jutaan, jauh jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu hingga Rp 600 juta.

Menurunnya PAD Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Batang, diperparah dengan menurunnya kapal nelayan yang melakukan bongkar muatan di TPI Klidang Batang, karena nelayan tidak melaut dengan alasan cuaca ekstrim.

Pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Batang, Warso, Minggu (17/5) siang kemarin, mengungkapkan meski Surat Keputusan Permen Kementerian KKP No 2 Tahun 2015, batal dilakukan atau ditunda selama dua tahun. Namun surat penundaan tersebut dinilai terlambat, karena banyak pengusaha ikan yang telah beralih profesi, karena tidak mau merugi.

Menurutnya, menurunya PAD di Kabupaten Batang pada Dinas Kelautan dan Perikanan, lebih disebabkan pada buruknya infrastruktur pada sektor perikanan dan nelayan. “Kalau sungai pada TPI Klidang dilakukan normalisasi, infrastruktur dermaga diperbaiki, serta fasilitas TPI dilengkapi. Maka akan banyak kapal nelayan yang membongkar muatan di TPI, yang berdampak pada meningkatnya PAD,” ungkap Warso.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang, Achmad Taufik, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan PAD sektor perikanan 2015 sebesar Rp 1,4 Miliar, karena untuk melebihi target PAD tahun sebelumnnya sangat sulit. Jika dibandingkan dengan PAD tahun 2014 lalu, yang bisa capaian Rp 1,5 miliar.

Menurutnya banyak kendala yang harus dibenahi, mulai dengan adanya penyesuaian terhadap Surat Keputusan Permen Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) No.2 Tahun 2015. Serta banyaknya infrastruktur yang harus disiapkan, serta diperbaiki untuk mendongkrak PAD. “Tahun 2015 kami sesuaikan dengan keadaan serta potensi-potensi yang ada, muncullah target angka sebesar Rp 1,4 miliar, disesuaikan dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Achmad Taufik juga menegaskan, bahwa dengan target yang dinilai rendah tersebut, pihaknya optimistis bisa memenuhi target tersebut bahkan melebihi. Karena pihaknya sudah melakukan intensifikasi pendapatan, berupa tim yang akan memantau secara intensif pendapatan yang didapat oleh nelayan. (thd/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -