Pemprov Tak Serius Atasi Kemiskinan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Program pengentasan kemiskinan yang digalakkan Pemprov Jateng ternyata belum menunjukkan hasil memuaskan. Buktinya sampai tahun ini angka rumah tidak layak huni di Jateng mencapai 1,7 juta rumah. Padahal, rumah ini merupakan salah satu barometer untuk mengukur kemiskinan di dalam satu daerah. DPRD menilai, program ini tidak maksimal karena pemprov tidak memiliki target ke depan.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Samirun mengatakan, selama ini pemprov terkesan berjalan tanpa target. Bahkan untuk APBD sama sekali tidak ada anggaran yang rinci berapa yang bakal digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dengan meronovasi rumah tidak layak huni di Jateng. ”Ibaratnya jika ada anggaran ya digunakan untuk masalah itu (rumah tidak layak huni, Red). Tapi berapa anggaran dan target tiap tahun tidak ada,” katanya, kemarin.

Politisi PDIP ini menambahkan, sebenarnya selama ini pemprov tidak lepas tangan. Terbukti dari data rumah tidak layak huni di tahun 2013 yang mencapai 1,9 juta sekarang turun menjadi 1,7 juta. Meski begitu, karena tidak ada program dan target yang pasti, akhirnya program tidak berjalan maksimal. ”Padahal rumah tidak layak huni barometer kemiskinan. Kalau ini tidak segera ditangani berarti kemiskinan masih tinggi dan terkesan diabaikan,” imbuhnya.

Samirun menambahkan, sejauh ini pemprov menggelontorkan Rp 7 juta untuk satu rumah. Dana itu diambilkan dari APBN tiap tahun. Sebenarnya untuk masalah rumah tidak layak huni menjadi kewenangan pemerintah pusat, pemprov dan kabupaten/kota. ”Mestinya gubernur memiliki kepastian berapa target rumah tidak layak huni yang bakal diperbaiki sampai masa jabatannya 2018 mendatang. Jangan hanya jika ada uang dibangun, jika tidak dibiarkan. Padahal ABPN Jateng cukup besar,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono mendesak pemprov agar memiliki prioritas untuk pembangunan rumah tidak layak huni. Tidak hanya asal membangun rumah, tapi bagaimana agar keluarga miskin di Jateng memiliki mata pencaharian yang pasti. ”Sehingga nanti bisa menjadi program bagus untuk mengentaskan kemiskinan. Misalnya dengan memberikan suntikan modal usaha atau lainnya,” katanya.

Politisi Golkar ini menambahkan, ketika rumah tidak layak huni, otomatis itu menunjukkan keluarga itu miskin. Ketika ini segera diatasi bakal berimbas ke perekonomian, kesehatan dan kesenjangan sosial yang tinggi. ”Pemprov harus memiliki keseriusan untuk masalah ini. Jangan sampai kondisi ini terus dibiarkan,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -