Wanita Perlu Berkarir

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Indah Sekar Hustiningrum. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Indah Sekar Hustiningrum. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Indah Sekar Hustiningrum, mengejar karir juga harus dilakukan oleh kaum wanita. Ia beranggapan, dari berkarir wanita akan memperoleh pengalaman yang dapat diajarkan kepada anak-anaknya. Selain itu, dapat membantu perekonomian keluarga.

”Kalau kita banyak pengalaman, bisa di-share ke anak-anak kita. Jika wanita pintar, maka anak-anaknya juga akan ikut pintar. Namun, bukan berarti kita melupakan kodrat sebagai wanita, keluarga haruslah tetap nomor satu,” ujar wanita cantik 26 tahun ini, Minggu (17/5) kemarin.

Menurutnya, pemikiran yang meminta wanita agar tetap di rumah dan tidak mengejar karir merupakan hal yang kurang tepat. Sulitnya perekonomian saat ini, merupakan momentum tepat bagi wanita untuk ikut berpartisipasi dalam membangun sektor perekonomian keluarga.
”Semua barang kebutuhan harganya naik. Jika wanita berkarir, ia akan membantu perekonomian keluarga. Tidak hanya saat ia sudah berumah tangga, saat masih menjadi tanggung jawab orang tua pun harus dilakukan,” paparnya.

Wanita kelahiran Semarang 18 Juni 1989 lalu ini, sehari-harinya disibukkan sebagai staf Pusat Data Elektronik (PDE) Pemkot Semarang. Ia mengaku, selama berkarir, beberapa pekerjaan sudah pernah dilakoninya. Mulai dari menjadi seorang pramugari di kapar pesiar hingga bekerja di dalam proyek.

”Kalau dipikir dengan jurusan yang pernah saya ambil di bangku perkuliahan, jelas tidak nyambung. Saya lulusan ekonomi, sedangkan pekerjaan yang pernah saya lakukan jauh dari ilmu itu. Saya memilih pekerjaan yang saya sukai yaitu berhubungan dengan banyak orang. Seperti di PDE ini,” ujarnya.

Selain itu, alumnus Universitas Semarang (USM) ini juga memiliki hobi menulis. Beberapa tulisannya ia posting di media sosial Facebook. Meski masih sederhana, namun budaya menulis tersebut tetap akan ia bangun. Karena, hal itu juga berhubungan dengan pekerjaan yang ia geluti sekarang ini. ”Membuat budaya menulis memang sulit. Jika tidak dibangun mulai dari sekarang, terus kapan lagi? Menulis itu sebenarnya seru. Banyak hal yang kita lihat, kita alami, dapat kita tuangkan menjadi tulisan,” katanya lagi. (ewb/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -