Bidik Pelancong dari Semarang

628
BERMITRA: Rombongan Ibis Style Jogjakarta bersama Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto didampingi Koordinator Liputan Ida Nur Layla dan Manager HRD Yuni Ekowati. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERMITRA: Rombongan Ibis Style Jogjakarta bersama Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto didampingi Koordinator Liputan Ida Nur Layla dan Manager HRD Yuni Ekowati. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERMITRA: Rombongan Ibis Style Jogjakarta bersama Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto didampingi Koordinator Liputan Ida Nur Layla dan Manager HRD Yuni Ekowati. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Leading dalam sektor pariwisata, membuat Jogjakarta menjadi daerah yang banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah termasuk Kota Semarang. Bahkan, tamu dari Semarang cukup mendominasi kunjungan hotel-hotel di Jogja untuk wisata ataupun perusahaan. Apalagi ditunjang dengan jarak antara Semarang dan Jogja yang relatif dekat.

General Manager, Ibis Style Yogyakarta, A. Retnowati, mengungkapkan jelang libur akhir pekan banyak pengunjung hotel yang berasal dari Semarang untuk berlibur. “Selain Semarang, Jakarta dan Surabaya adalah beberapa kota yang potensial untuk sasaran pasar,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Mengandalkan sektor wisata, tentunya pihak hotel juga memberikan layanan paket city tour ke Prambanan, Borobudur, Larva Tour, pantai Indrayanti dan masih banyak lagi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing ataupun domestik. ” Tingginya okupansi juga didukung sektor wisata yang menunjang. Kebanyakan pengunjung yang menginap pun adalah yang berwisata,” tandasnya.

Perbandingan antara turis asing dan domestik okupansi adalah 40 persen untuk tamu asing, dan 60 persen domestik dari total okupansi setiap harinya yakni 70 persen. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi yang menurun pun mempengarui okupansi hotel-hotel yang ada. “Semua hotel okupansinya turun 5 persen, apalagi persaingan antar hotel sangat ketat,” tuturnya. (den/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.