Madrasah Harus Siap Hadapi Globalisasi

509
PRESTASI: Kepala sekolah MA Yasua Desa Pilangwetan, Khoiruman SAg (kanan) memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dalam wisuda, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRESTASI: Kepala sekolah MA Yasua Desa Pilangwetan, Khoiruman SAg (kanan) memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dalam wisuda, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRESTASI: Kepala sekolah MA Yasua Desa Pilangwetan, Khoiruman SAg (kanan) memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi dalam wisuda, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Keberadaan sekolah madrasah hingga kini masih menjadi tumpuan bagi pembentukan karakter yang baik para siswa. Untuk itu, Madrasah dan segenap guru beserta siswanya diharapkan bisa berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, tetap berusaha menjamin mutu lulusannya menjadi generasi yang siap mandiri sesuai dengan bidangnnya. Cukup beralasan, karena persaingan ke depan lebih ketat dan semakin banyak berdirinya madrasah.

Untuk itu madrasah harus bisa menghasilkan lulusan yang siap menghadapi era globalisasi di semua bidang. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Demak, Muhammad Thobiq dalam memberikan motivasi pendidikan disela pelepasan siswa kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) Yasua Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, kemarin. “Guru dan siswa harus peka terhadap kemajuan zaman termasuk didalamnya kemajuan teknologi. Mestinya, Madrasah tidak hanya fokus pada bidang agama saja, tapi juga teknologi, sains dan seni budaya,” kata Muhammad Thobiq, kemarin.

Kepala MA Yasua, Khoiruman SAg memberikan penghargaan kepada 4 siswanya yang meraih prestasi akademik dan punya kecakapan khusus hafal Alqur’an. Mereka juga diberikan beasiswa. Khoiruman mengatakan, pihak sekolah selalu memberikan motivasi dengan cara mengajak semua anak didik untuk mencari ilmu yang lebih tinggi dengan meneruskan pendidikan lanjutan ke perguruan tinggi (PT). “Carilah ilmu di mana saja selama masih ada kesempatan, hingga menghasilkan prestasi yang bisa menjadi kebanggaan bersama. Jangan cepat puas dalam menimba ilmu dan selalu menjaga moral dan etika pendidikan untuk modal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,”katanya.

Ketua panitia wisuda, Wiyati, SPd menambahkan, bahwa pelepasan siswa tersebut sebagai simbol berakhirnya masa pembelajaran di sekolah tersebut. Tercatat ada 63 peserta didik yang diwisuda berasal dari program IPA dan IPS. Pelepasan siswa ditandai dengan pengalungan samir oleh Kepala sekolah, Khoiruman. “Agar lebih meriah, acara pelepasan ini kita meriahkan dengan group musik kasidah dan pentas seni siswa serta pembagian doorprize,”katanya. (hib/fth)