Petani Tertekan, Harga Gabah Anjlok, Harga Padi Naik

492
PANEN RAYA : Para buruh tani sedang memanen padi di Kecamatan Suruh, kemarin. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Para buruh tani sedang memanen padi di Kecamatan Suruh, kemarin. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SURUH—Harga gabah di sejumlah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang terpantau anjlok. Kondisi tersebut semakin menekan petani dan mengganggu stabilitas harga beras.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang di Keboan Kecamatan Suruh, harga gabah dari petani hanya Rp 3.000 hingga Rp 3.600, sementara harga beras dari petani seharga Rp 6.400 hingga Rp 7200 per kilogram. Sedangkan harga beras di pasar sudah mencapai Rp 7.500 sampai Rp 10.500 per kilogram.

Mahfudz, 56, pengepul beras asal Suruh mengatakan bahwa dirinya membeli beras dari petani sebesar Rp 3.600. Kemudian dirinya olah sampai menjadi beras dab dijual di pasar dengan harga Rp 7000/kg. Jika kualitas bagus Rp 8000/kg. Namun, cuaca ekstrim akhir-akhir ini membuat hasil padi dari petani menurun sampai 40 persen.

“Selain itu, hama tikus membuat petani semakin meradang. Memang di daerah Tegal Waton ini, air tidak sulit. Tapi cuaca yang ekstrim membuat hasil panen padi menurun,” katanya.

Sementara itu, Suratno, 67, pemilik sawah asal Tegal Waton mengungkapkan hal yang sama. Sulitnya mencari buruh tani dari tandur sampai panen menyebabkan proses bercocok-cocok tanam, kurang diminati. Meskipun ada dorongan dari berbagai pihak.

“Kami di lapangan hanya bisa mengikuti permainan tengkulak. Jika pas panen, pasti harga turun. Ini harus ada yang menjaga stabilitas harga. Supaya petani seperti saya tidak dimainkan terus menerus,” keluhnya. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.