Petani Tertekan, Harga Gabah Anjlok, Harga Padi Naik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANEN RAYA : Para buruh tani sedang memanen padi di Kecamatan Suruh, kemarin. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Para buruh tani sedang memanen padi di Kecamatan Suruh, kemarin. (Munir Abdillah/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SURUH—Harga gabah di sejumlah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang terpantau anjlok. Kondisi tersebut semakin menekan petani dan mengganggu stabilitas harga beras.

Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang di Keboan Kecamatan Suruh, harga gabah dari petani hanya Rp 3.000 hingga Rp 3.600, sementara harga beras dari petani seharga Rp 6.400 hingga Rp 7200 per kilogram. Sedangkan harga beras di pasar sudah mencapai Rp 7.500 sampai Rp 10.500 per kilogram.

Mahfudz, 56, pengepul beras asal Suruh mengatakan bahwa dirinya membeli beras dari petani sebesar Rp 3.600. Kemudian dirinya olah sampai menjadi beras dab dijual di pasar dengan harga Rp 7000/kg. Jika kualitas bagus Rp 8000/kg. Namun, cuaca ekstrim akhir-akhir ini membuat hasil padi dari petani menurun sampai 40 persen.

“Selain itu, hama tikus membuat petani semakin meradang. Memang di daerah Tegal Waton ini, air tidak sulit. Tapi cuaca yang ekstrim membuat hasil panen padi menurun,” katanya.

Sementara itu, Suratno, 67, pemilik sawah asal Tegal Waton mengungkapkan hal yang sama. Sulitnya mencari buruh tani dari tandur sampai panen menyebabkan proses bercocok-cocok tanam, kurang diminati. Meskipun ada dorongan dari berbagai pihak.

“Kami di lapangan hanya bisa mengikuti permainan tengkulak. Jika pas panen, pasti harga turun. Ini harus ada yang menjaga stabilitas harga. Supaya petani seperti saya tidak dimainkan terus menerus,” keluhnya. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -