Posyandu Kartini Wakili Jateng

573
OPTIMIS: Tim penilai lomba posyandu tingkat nasional yang diketuai Susi Subekti saat meninjau Posyandu Kartindi di wilayah RW VI Kelurahan Ngaliyan, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
OPTIMIS: Tim penilai lomba posyandu tingkat nasional yang diketuai Susi Subekti saat meninjau Posyandu Kartindi di wilayah RW VI Kelurahan Ngaliyan, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA- Posyandu Kartini di RW VI Kelurahan Ngaliyan, yang menjadi wakil Provinsi Jawa Tengah dalam lomba posyandu tingkat nasional, Senin (18/5) kemarin, didatangi tim penilai. Rombongan penilai yang diketuai Susi Subekti diterima langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Krisseptiana Hendrar Prihadi, Sekda Kota Semarang dan Muspida Kota Semarang.

Dengan lomba posyandu seperti ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kader yang trampil dalam keposyanduan, serta dapat meningkatkan jumlah peserta KB baru dan KB aktif di Jawa Tengah.

Susi Subekti menjelaskan, ada beberapa kriteria penilaian lomba, seperti berapa tingkat kunjungan masyarakat baik ibu hamil, ibu yang mempunyai balita, hingga lansia. Kunjungan tersebut harus dibareng dengan input, proses, dan indikator data yang valid. “Lomba ini diharapkan bisa mengangkat derajat kesehatan masyarakat dan bukan acara seremonial semata. Tapi harus dilakukan secara konsisten. Yang menarik di posyandu ini telah dilakukan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) bagi kaum perempuan dan melakukan berbagai program kemitraan,” paparnya.

Kesempatan tersebut digunakan Ketua Posyandu Kartini, Bayu Lestari memapaparkan keunggulan-keunggulan dan program-program yang dimiliki posyandu yang dipimpinnya kepada tim penilai. Selain menjalankan empat kegiatan pokok posyandu, pihaknya juga aktif menggaet mitra untuk mendukung berbagai kegiatan yang dijalankan serta terus melakukan inovasi dan kreasi. Pihaknya juga mengintegrasikan posyandu dengan BKB (Bina Keluarga Balita), dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). ”Sebagaimana kita sadari bahwa anak-anak yang sehat terlahir dari ibu yang sehat, dan ibu-ibu yang sehat terbentuk karena remaja atau wanita-wanita usia subur dan sehat. Sedangkan lembaga untuk menjaga, membimbing, dan memfasilitasi kesehatan ibu dan anak adalah posyandu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana mengatakan, kehadiran tim penilai memberi semangat dan motivasi pihaknya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Di Kota Semarang saat ini terdapat 1.561 posyandu. Diharapkan semuanya bisa berintegrasi dengan PAUD. ”Tentunya saya berharap dan memiliki keyakinan Posyandu RW VI Kelurahan Ngaliyan akan mendapatkan hasil yang terbaik dan memenuhi kriteria dan persyaratan tim penilai,” tandasnya. (zal)