Bos Salon Digugat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KRAPYAK – Gugatan Bali Holiday Tour and Travel kepada Pengusaha Salon, RA Dwi Rahayu Widisari akan kembali berlangsung Selasa (19/5) ini di Pengadilan Negeri (PN) Semarang dengan agenda mediasi. PN menunjuk hakim, Eka Saharta Winata Laksana sebagai mediator perkara perdata tersebut.

Kuasa hukum penggugat, Jansen Purba, mengatakan, gugatan wanprestasi ini terpaksa diajukan karena tergugat tak kunjung merespons pelunasan biaya plesir tersebut.

Ia menyebutkan, kliennya (Bali Holiday Tour and Travel) mendampingi tergugat Widisari plesir ke Eropa sejak 26 Agustus hingga 7 September 2014 silam. ”Sebelum resmi mengajukan gugatan, kami sudah melayangkan somasi dan responsnya mencla-mencle,” kata Jansen kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Jansen mengatakan, masalah ini bermula saat Bali Holiday menangani plesir tergugat ke Eropa. Terdapat kesepakatan membayar tips, transportasi, dan makanan ringan/jajanan.

”Dia (tergugat RA Dwi Rahayu Widisari, Red) tanda tangan dan setuju atas biaya itu. Namun setelah pulang, ia tidak membayarkannya. Ditagihkan ke kantornya, responsnya juga tidak baik,” ujarnya.

Pemilik Bali Holiday Tour and Travel, Sari Suryanti, menambahkan, gugatan ini diajukan pihaknya pada 4 April lalu. Alasannya, karena respons tergugat terlalu lama. Ia juga menilai, tergugat lupa akan komitmennya terhadap pihaknya. Terlebih lagi, ia pengusaha kaya, cantik, dan supersibuk.

”Ada kekurangan biaya traveling sekitar Rp 108 juta. Ini belum seberapa dibandingkan pembelian barang-barang mewah seperti tas sekitar Rp 509 juta, arloji Rp 450 juta, dan parfum Rp 49 juta,” tandasnya.

Hakim Eka meminta tergugat hadir saat mediasi kedua. Hal tersebut karena tergugat, RA Dwi Rahayu Widisari, tidak hadir dalam mediasi pertama tersebut. Saat itu, tergugat mewakilkan pada kuasa hukumnya, Hary.

Hary mengatakan akan berkoordinasi dengan kliennya (RA Dwi Rahayu Widisari) terlebih dahulu untuk menjawab permintaan pemohon. ”Kami akan koordinasi dahulu,” katanya.

Seperti diketahui, gugatan ini terjadi karena pengusaha salon, RA Dwi Rahayu Widisari dianggap belum melunasi biaya piknik keliling Eropa sekitar Rp 108 juta terhadap Bali Holiday Tour and Travel. Pengusaha salon tersebut beralamat di Jalan Sriwijaya, Semarang. (bj/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -