Diketuai Gadis ABG Jago Koreografi Tari

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

CINTA BUDAYA : Sejumlah anak berlatih menari di  Sanggar Seni Surya Budhaya Kompak, kemarin. Dari sanggar tersebut, terukir sejumlah prestasi yang membanggakan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
CINTA BUDAYA : Sejumlah anak berlatih menari di Sanggar Seni Surya Budhaya Kompak, kemarin. Dari sanggar tersebut, terukir sejumlah prestasi yang membanggakan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

Di tengah maraknya berbagai permainan modern, sekumpulan anak-anak dan remaja masih saja mencintai seni tari tradisional. Di sanggar Surya Budhaya, puluhan anak berlatih berbagai macam tari tradisional Jawa. Bahkan, beberapa diantaranya sudah berhasil mengukir prestasi yang menggembirakan. Berikut kisahnya.

Lutfi Hanafi, Pekalongan

Suara alunan Gending Jawa yang mengalun sayup-sayup itu menyita perhatian setiap pengguna jalan yang melintas di halaman rumah di Jalan Garuda gang Delima RT 02 RW02 Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Guna mencari sumber suara, saya lantas berbalik arah mencari tempat yang dimaksud. Akhirnya deru motor saya berhenti pada sebuah rumah, tepat berada di sisi selatan jalan itu.

Di rumah yang depannya ada sebuah toko mainan anak-anak dan pakaian bayi tersebut, tampak puluhan anak-anak sedang berlatih menari tarian Jawa. Ternyata, suara gamelan yang tadi terdengar berasal dari dari sebuah laptop yang disambungkan dengan mini sound untuk mengarahkan gerakan anak-anak itu.

“Satu, dua, tiga. Satu, dua, tiga, tendang, lempar,” suara tegas dari sang seorang instruktur yang belakangan diketahui merupakan Ketua Sanggar Tari Cahya Ari Safira, 16. Begitulah, gerakan dasar salah satu tari tradisional kontemporer yang paling sulit dikuasai anak-anak yang tergabung dalam sanggar tari Surya Budhaya itu.

Setiap instruktur Fira, panggilan akrabnya memberi komando, anak didiknya hampir selalu mengikuti gerakannya yang luwes. Kadang dirinya berhenti dan memperbaiki gerakan yang salah dari anak didiknya.

Di sanggar yang baru diirikan 2 tahun lalu itulah, Fira mengajar tarian Jawa dan tari tradisional kontemporer pada puluhan anak didiknya. Di sanggar yang awalnya diberi nama Surya Budhaya dan belakangan di tambah Kompak belakangnya tersebut, anak didik Fira diajari beberapa tari tradisional.

Mereka berlatih dua kali dalam satu minggu. Setiap hari Sabtu dan Minggu. Siswa sanggar tari Surya Budaya itu meluangkan waktu bermainnya untuk berlatih tari-tarian Jawa. “Setiap latihan sebenarnya sore hari, karena hari ini ada acara khusus saya jadikan pagi hari,” ucapnya.

Fira memang sengaja membidik segmen anak dari usia PAUD, Taman Kanak-kanak, sekolah dasar dan Sekolah menengah sebagai anak didiknya. Sebab, semakin dini usia anak didik berlatih tari, semakin luwes gerakan tubuhnya.”Tapi di tempat kami juga ada tim khusus untuk remaja dan dewasa, yang memang belajar khusus untuk entertainment. Bermain sesuai orderan, dari penampilan budaya, sampai untuk pembukaan suatu even,” bebernya.

Fira belajar tari sejak usia belia. Darah seni diturunkan dari kedua orang tuanya yang juga seniman. Dia awalnya diajari tari Jawa oleh ibunya sendiri, Arofah yang asli Pekalongan. Sejak itu, ia terus mendalami berbagai macam tari. Hingga akhirnya, dibantu ibu dan bapaknya ia mendirikan sanggar tari itu.

Akhirnya dengan segala usaha, mereka mendaftarkan secara resmi sanggar tarinya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. Tanggal 24 Februari 2013, menjadi tanggal lahirnya sanggar tersebut. Saat awal dibentuk, Fira bahkan masih kelas 2 SMP, dan kini dirinya sudah duduk di bangku kelas 2 SMAN 4 Kota Pekalongan.

Anggota pertama saat dibentuk baru 18 orang, hingga kini sudah ratusan siswa didiknya yang latihan rutin. Bahkan jika, ada gelaran event khusus, bisa lebih banyak lagi siswanya.

Awal terbentuk sanggar tersebut juga langsung dapat order tampil di acara kebudayaan di Kabupaten Pekalongan. Karena saat itu bekerja sama dengan salah satu grup musik tradisional Kontemporer Kompak, hingga sekarang namanya akhirnya digabung. Karena sepakat untuk melebur menjadi satu sanggar. Surya Budhya koreo tari, Kompak bagian musik pengiringnya.

“Jika dekat dengan agenda lomba tari, banyak siswa dadakan yang datang latihan. Terutama siswa dari TK dan SD, sehingga anak saya malah sangat dikenal anak-anak kecil se Wiradesa, karena mengajar tari mereka. Dan sering menang lomba, jadi anak-anak dan orang tua siswa senang,” timpal Arofah saat mendampingi anaknya Fira mengobrol dengan koran ini.

Diceritakan Arofah, sebenarnya dirinya semangat mendorong anaknya berkecimpung di dunia tari sebagai bentuk balas dendam didirnya saat masih kecil. “Saya dulu sangat dilarang bersentuhan dengan sunia seni, padahal saya senang dengan seni dan sastra. Tapi selalu dimarahi orangtua dan kakak saya,” ceritanya. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -