Dipelihara di Ruang AC, Keuntungan Mencapai Rp 24 Juta

2104
CAT BREEDING: Kartiko Setyo Wibowo memamerkan kucing persian peaknose exotic yang ia ternakkan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CAT BREEDING: Kartiko Setyo Wibowo memamerkan kucing persian peaknose exotic yang ia ternakkan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Beternak kucing, mungkin kelihatannya merupakan hal sepele. Tapi ketika ditekuni ternyata dapat menghasilkan keuntungan besar. Seperti yang dilakukan Kartiko Setyo Wibowo, 33, salah satu cat breeder jenis Peaknose Persian di Kendal. Seperti apa?

BUDI SETYAWAN, Kendal

DILIHAT dari luar, rumah di Gang Mangga 2 Kelurahan Purwokerto Indah (Purin), Kecamatan Kendal Kota milik Kartiko terlihat biasa. Seperti rumah pada umumnya. Tapi begitu masuk, pemandangan langsung berbeda. Bagaimana tidak, di sudur ruangan terlihat kucing jenis persian peaknose exotic short hair tengah bermanja di dalam kandang. Binatang imut ini semakin terlihat manja, karena sang pemilik Kartiko, menyediakan air conditioner (AC). Tak pelak, suasana tempat peternakannya selalu sejuk dan nyaman bagi sang kucing.

Sedikitnya, ada 10 kucing indukan yang kini ia pelihara, empat diantaranya tengah hamil, dua kucing sudah beranak dan satu diantaranya sedang dalam proses perkawinan. Dan tiga lainnya, pejantan. “Untuk jenis persian, memang lebih menyukai lingkungan yang dingin. Jadi saya pasang AC biar kucing ini tidak mudah sakit dan tidak stres. Jadi merasa nyaman dalam kandang,” katanya, Selasa (19/5).

Untuk perawatan, dalam satu bulan ia rela harus merogoh kocek sekira 1,5 juta. Mulai untuk membeli pakan dan vitamin serta sampho khusus kucing. Pemeliharaan pun ia lakukan secara cermat, mulai dari kebersihan kandang, kebersihan kucing. “Setiap hari kotoran harus dibuang, menyisir bulu dan memberikan makan dan minum secara cukup. Sementara agenda mingguan, satu persatu kucing harus dimandikan agar terjaga kebersihan sehingga tidak terjangkit virus atau penyakit berbahaya,” imbuhnya.

Mungkin bagi sebagian orang, aktifitas yang dilakukan Kartiko hanya biasa. Ya hanya memelihara kucing. Tapi siapa sangka, penghasilannya yang didapatkan boleh dibilang lumayan. Bahkan untuk jasa perkawinan kucing biasanya ia mendapatkan mahar Rp 500 untuk satu kali perkawinan. Selain itu juga menerima jasa grooming dan penitipan kucing. “Hasilnya, cukup untuk membeli kebutuhan kucing setiap bulannya,” tambahnya tersenyum.

Sedangkan keuntungan sebenarnya, ia dapat dari anakan kucing yang laku ia jual. Satu anakan kucing, ia jual kisaran harga Rp 2-3 juta. Padahal sekali beranak, satu indukan bisa melahirkan bayi kucig 6-8 ekor. Jadi satu indukan beranak, ia bisa mendapatkan uang Rp 24 juta. “Hasilnya lumayan, apalagi bagi breeder kucing kesempatan mengikuti pameran pentas kucing itu sangat banyak. Hadiahnya juga lumayan dan sekali menang, dapat menaikkan harga jual kucing maupun keturunan kucing cat show,” akunya.

Kartiko mengaku, sudah sembilan kali memperoleh juara kelas pameran internasional yang digelar di Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Magelang, dan Pemalang. “Sembilan kali menang. Hadiahnya tidak seberapa, tapi kontes itu untuk memperkenalkan kita sebagai perawat yang baik, silaturahmi antar pecinta kucing, dan meningkatkan mahar bagi anakan (keturunan) kucing kita,” imbuhnya.

Kecintaan terhadap kucing, dari sang istri, Amelia Septarina, yang saat itu masih berstatus pacaran meminta dibelikan kucing jenis persia medium 2010 lalu. Dari situlah, Kartiko tertarik untuk menekuni merawat hewan manja ini. “Kucing-kucing milik saya dengan beragam jenis ini sudah proven berulangkali. Satu anakan bisa dimahar Rp 2 juta sampai Rp3 juta per ekor. Sesuai jenis, warna dan kualitas,” tambahnya.

Ia mengaku pengalaman merawat kucing didapat salah satunya dari mengikuti komunitas cat lover. Diantaranya Komunitas Purworejo Cat Lovers, Magelang Boulevard Cat, dan Kendal Cat Lovers (KCL). (*/fth)