Gentong Gotri Abaikan BPJS

554
SOSIALISASI: (Dari kanan) dr Elang Sumambar FKTP BPJS Kesehatan, dr. H. Masyudi Direktur RSI Sultan Agung, Andri Nurcahyanto Kepala Unit Pemasaran KCU BPJS Kesehatan Semarang, dan Ekwan Priyanto Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kota Semarang, saat pertemuan Kemitraan Bersama Serikat Pekerja dan Disnakertrans se-Kota Semarang BPJS Kesehatan KCU Semarang, kemarin. (Eny Susilowati/Radar Semarang)
SOSIALISASI: (Dari kanan) dr Elang Sumambar FKTP BPJS Kesehatan, dr. H. Masyudi Direktur RSI Sultan Agung, Andri Nurcahyanto Kepala Unit Pemasaran KCU BPJS Kesehatan Semarang, dan Ekwan Priyanto Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kota Semarang, saat pertemuan Kemitraan Bersama Serikat Pekerja dan Disnakertrans se-Kota Semarang BPJS Kesehatan KCU Semarang, kemarin. (Eny Susilowati/Radar Semarang)

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus melakukan sosialiasi ke perusahaan-perusahaan, agar segera mendaftarkan para karyawannya sebagai peserta agar terlindungi dalam jaminan sosial khususnya kesehatan. Di Jawa Tengah, hingga saat ini masih banyak perusahaan yang belum menjalankan kewajiban tersebut.

Kepala Unit Pemasaran Kantor Cabang Utama (KCU) BPJS Kesehatan Semarang Andri Nurcahyanto mengatakan, hingga saat ini sebanyak 3.871 perusahaan se-KCU Semarang yang sudah tergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan. Namun menurut data, masih ada 212 perusahaan yang belum mendaftar BPJS Kesehatan.

Andri yang ditemui Jawa Pod Radar Semarang di sela pertemuan kemitraan bersama Serikat Pekerja dan Disnakertrans se-Kota Semarang kemarin mengatakan, untuk wilayah KCU BPJS Kesehatan Semarang yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak saat ini total jumlah peserta BPJS Kesehatan yang tercatat saat ini sebanyak 2.670.000 jiwa. “Beberapa perusahaan yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan tersebut di antaranya perusahaan yang cukup punya nama besar seperti Gentong Gotri, Nusa Putera, Sinar Panca Jaya, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Dipaparkan Andri, untuk bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan sesungguhnya tidak membutuhkan biaya yang mahal. Jika pendaftaran dilakukan melalui perusahaan maka iuran yang wajib dibayarkan peserta hanya sebesar 5 persen dari gaji per bulan. “Dengan rincian 4 persen dari pemberi kerja dan 1 persen dari peserta. Dapat digunakan untuk menanggung 5 orang keluarga inti,” terangnya.

Sedangkan bagi mereka yang mendaftar mandiri atau tidak didaftarkan oleh perusahaan maka iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp 25.500 per orang setiap bulan bagi perawatan kelas 3, iuran sebesar Rp 42.500 per orang per bulan bagi manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas 2, serta iuran sebesar Rp 59.500 per orang tiap bulan bagi manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas 1.

Ekwan Priyanto, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Semarang menambahkan, jika hingga 1 Juli mendatang masih ada perusahaan yang belum mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan maka akan dikenakan sanksi tidak mendapat pelayanan publik seperti perizinan terkait usaha dihentikan, tidak mendapat izin mengikuti tender proyek, tidak diperbolehkan memperkerjakan tenaga asing, tidak diizinkan mendirikan bangunan. “Bagi orang asing yang bekerja di Indonesia dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan dikenakan sanksi tidak bisa dipekerjakan lagi, dan paspornya tidak akan diperpanjang,” ungkap Ekwan. Adapun untuk jumlah tenaga kerja asing se-Kota Semarang tercatat ada sebanyak 453 orang laki-laki dan 87 orang perempuan. (eny/smu)