Guru Pelempar Sepatu Dituntut 1 Tahun

404
MENYESAL : Waryono, guru Agama di SDN Kandang Panjang saat menjalani sidang di Pengadilan Pekalongan kemarin. Dia dituntut penjara 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun karena melempar sepatu ke siswanya. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
MENYESAL : Waryono, guru Agama di SDN Kandang Panjang saat menjalani sidang di Pengadilan Pekalongan kemarin. Dia dituntut penjara 1 tahun dan masa percobaan 2 tahun karena melempar sepatu ke siswanya. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Waryono, 40, oknum guru Agama di SD Negeri Kandang Panjang akhirnya dituntut penjara 1 tahun dan masa percobaan selama 2 tahun. Hal tersebut diucapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Maziyah pada sidang lanjutan kasus pelemparan sepatu kepada muridnya, Agus, 8. Sidang digelar di Pengadilan Pekalongan, Selasa (19/5).

Dalam tuntutannya, JPU menegaskan karena pelemparan sepatu tersebut, korban mengalami beberapa luka. Kejadian pada 20 Februari 2015 sekitar pukul 08.00 WIB tersebut, terjadi di ruang kelas 2 A, SD Kandang Panjang 10 Pekalongan Utara.

Pada awalnya, di kelas tersebut korban berbuat gaduh saat pelajaran berlangsung. Yaitu dengan memukul-mukul meja. Melihat hal tersebut tersangka emosi dan mengingatkan korban. Lalu mengambil septu kanan dengan tangan kiri dan dilemparkan dengan tangan kanan ke korban.

“Karena pelemparan sepatu tersebut, korban Agus sesuai dengan visum dokter di RS Budi Rahayu, mengalami luka memar di pipi sekitar 2,5 cm, kepala dan dahi dengan diameter 3 cm,” ucap JPU Maziyah.

Atas bukti tersebut terdakwa Waryono, terbukti bersalah melakukan tindakan pidana. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat 1 UU no 35 Tahun 2014 junto UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman selama 3 tahun 6 bulan. “Namun atas pertimbangan bahwa terdakwa merasa menyesal dan sudah minta maaf ke keluarga serta membiayai pengobatan korban, maka hanya kami tuntut 1 tahun penjara dan 2 tahun masa percobaan,” tegas JPU. “Selanjutnya barang bukti berupa sepatu terdakwa, akan dikembalikan seperti sedemikian rupa,” lanjutnya.

Atas dakwan yang disampaikan, secara lisan pelaku dimintai keterangan. Terdakwa yang hadir di persidangan dengan didampingi penasehat hukum Wahyu Widodo SH, dan Ulis Wijoretno SH, setelah berkonsultasi sepakat akan mengajukan pledoi pada sidang mendatang.
Dengan adanya permintaan tersebut tersebut, majelis hakim yang dipimpin Wahyu Iswari meminta sidang untuk dilanjutkan seminggu ke depan dengan agenda pembacaaan pledoi dari terdakwa.

Seperti diketahui Waryono, guru Agama di SD Negeri Kandang Panjang 10, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jumat (20/2) dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Dia telah melakukan kekerasan terhadap anak didiknya Agus Mulyono, 8, siswa kelas 2 SDN Kandang Panjang 10, dengan melempar dengan sepatu hingga korban mengalami luka bengkak di bagian bawah mata sebelah kiri. Kejadian tersebut bermula ketika sedang berlangsung pelajaran agama Islam yang diampu oleh Waryono. Namun saat itu kondisi kelas gaduh karena ditinggal sebentar oleh Waryono.
Begitu Waryono masuk dan melihat kegaduhan itu, langsung melemparkan sepatunya dan kena wajah Agus. (han/ric)