Harini Sudah Berbaur dengan Tahanan Lain

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Harini Krisniati. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Harini Krisniati. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kondisi tersangka kasus korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007, Harini Krisniati dipastikan sudah membaik, dan bisa menerima keadaan Lapas Wanita Bulu, Semarang. Harini dikabarkan sudah bisa berbaur dengan tahanan lainnya. Ia juga mulai mencari salon di dalam lapas untuk perawatan rambutnya.

”Selain itu, Harini juga sudah doyan makan makanan yang ada di lapas Mas. Kemarin beliau (Harini) mencari salon katanya mau keramas. Beliau (Harini) ngomong ke saya, gak bisa keramas sendiri, jadi saya kasih penguatan gampang ibu nanti banyak yang bisa ngeramasin kok,” kata Kapala Lapas Wanita Kelas II A, Bulu, Semarang, Suprobowati, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/5).

Suprobowati mengatakan, pihaknya juga selalu mengecek rutin pagi-siang maupun malam keberadaan Harini, karena pihaknya khawatir sebelumnya Harini mengalami sakit.

”Harini pertama gak mau bicara dengan kami (petugas lapas), bahkan saya paksa makan demi kesehatannya, kami selalu memberikan pengertian secara perlahan, dan sekarang sudah bisa berbaur dan semangat,” terangnya.

Dia juga menjelaskan di hari ke 2-3 berada di lapas, Harini sudah terlihat sehat secara fisik. Ia juga mengatakan sudah memberi pengertian ke keluarga Harini. ”Saya katakan ke keluarga Harini, jangan paksa saya untuk memanjakan terus. Jadi, tetap beliau (Harini) harus tidur di kasur bawah, makan sama dengan lainnya dan Alhamdulillah sekarang semua sudah bisa saling ngertiin,” ujarnya.

Suprobowati juga yakin saat ini Harini sudah bisa menerima keadaannya berada di lapas.

”Sekarang beliau (Harini) sudah bisa menerima Mas. Banyak teman kantor beliau (Harini) yang jenguk di lapas, Harini juga ngomong langsung ke teman-temanya ’ini sudah skenario yang di Atas (Tuhan), jadi saya sudah ikhlas dengan keadaan ini,” kata Suprobowati menirukan ucapan Harini.

Terpisah, Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Sutrisno Margi Utomo berharap, berkas pemeriksaan terhadap tersangka Harini segera selesai dan dinaikkan ke persidangan. ”Kalau sebelum 20 hari sudah bisa naik tuntutan, malah bagus kan,” ujarnya.

Mengenai hitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jawa Tengah, diakui Sutrisno, belum turun. Namun ia menegaskan apabila terlalu lama turun, pihaknya akan menggunakan hitungan tim internal penyidik Kejari Semarang.

”Belum turun yang dari BPKP. Kalau kelamaan, kami akan menggunakan hitungan internal, tapi semua masih proses lho, kita tetap menunggu hasil perhitungannya sampai pemberkasan sudah rampung,” ungkapnya.

Untuk perhitungan tim internal penyidik, kata Sutrisno, sudah sangat kuat. Dalam arti bisa dipertanggungjawabkan hasil hitungannya, namun menurutnya, tergantung hasil persidangan yang dimungkinkan bertambah dan berkurang.

”Semua perhitungan tidak harus dengan BPKP, sesuai ketentuan undang-undang juga bisa dari perhitungan internal tim penyidik. Untuk kerugian negara kasus tersebut sementara Rp 406 juta berasal dari anggaran SPA dari APBD Kota Semarang,” katanya.

Terkait pengembangan sprindik baru, Sutrisno mengakui belum ada. Ia juga menyebutkan tidak ingin berandai-andai mengenai indikasi tersangka lain.

”Jangan berandai-andai dulu, nanti kan berkembang menunggu fakta persidangan saja. Saat ini masih pemberkasan. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dilimpahkan,” tandasnya.

Sutrisno menjelaskan, untuk surat permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan penasihat hukum tersangka, diakuinya, masih dikaji lagi. Namun ia menyatakan dengan tersangka di tahanan, proses pemeriksaan bisa lebih cepat dilakukan.

”Permohonan penangguhan masih dikaji dan akan dipercepat pemeriksaan tersangka, sehingga bisa segera dilimpahkan ke persidangan,” kata Sutrisno.

Dia mengatakan, permohonan penangguhan tersebut memang menjadi hak tersangka. Namun pihaknya tetap mengkaji terlebih dahulu.

”Waktu itu memang akan dikabulkan, tapi ternyata sudah sehat duluan. Kalau dulu kan masih sakit, jadi akan dipertimbangkan. Sekarang kan sudah sembuh, jadi gak perlu lagi. Semoga saja beliau di rutan tetap sehat,” harapnya. (bj/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -