Putus Cinta, Tewas Gantung Diri

505

BATANG – Diduga karena putus cinta dengan kekasihnya yang sudah dipacari selama 5 tahun, Riki Nikekola, 19, warga Desa Karangasem Utara, Kecamatan/Kabupaten Batang. Selasa (19/5) siang tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya. Korban gantung diri menggunakan kain sarung batik yang dililitkan pada lehernya.

Kematian Riki dengan mengantungkan diri, pertama kali diketahui oleh Sunaryo,58, ayahnya. Saat itu Sunaryo hendak keluar rumah melalui pintu belakang, dirinya melihat pintu kamar anak keduanya Riki Nikekola terbuka.

Namun saat masuk ke dalam kamar tersebut, dirinya terkejut melihat Riki tergantung pada tiang kayu blandar kamar dengan leher terikat kain sarung batik dan kaki terjuntai ke bawah. Melihat hal tersebut dia langsung mengundang tetangganya, meminta bantuan untuk menurunkan Riki yang sudah tidak bernyawa lagi.

Sunaryo saat menerima tamu melayat mengungkapkan, bahwa dirinya sempat curiga dengan anak keduanya tersebut. Sebab sudah hampir dua hari tidak keluar kamar. Riki keluar kamar hanya ke kamar mandi atau ke dapur saja untuk makan. “Begitu pintu kamar terbuka, makanya saya masuk, ternyata Riki sudah meninggal dengan gantung diri,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebulan sebelum meninggal, Riki sempat meminta dirinya untuk meminang kekasihnya yang beralamat di Kelurahan Dracik karena sudah berpacaran sejak kelas dua SMP atau selama lima tahun. Namun karena Riki masih sangat muda, dan belum mempunyai pekerjaan tetap, permintaannya tersebut ditolak.

Dikatakannya, tiga hari sebelum peristiwa gantung diri tersebut, Riki pernah marah-marah sendiri karena kekasihnya telah menikah, dan sejak saat itu selalu mengurung diri di dalam kamar hingga berhari-hari. “Anaknya sangat tertutup dan selalu berdiam diri, kalau punya masalah tidak pernah bercerita dengan siapa pun, permintaan untuk melamar pacarnya itu, adalah permintaan terakhirnya,” katanya.

Sunaryo juga menandaskan keluarga telah ikhlas dan menerima kepergian Riki meski dengan cara gantung diri. Untuk itu dirinya sekeluarga tidak bisa menerima saat Polsek Batang akan membawa putra kesayangannya untuk dilakukan otopsi di RSUD Kalisari Batang.

“Kami sekeluarga ikhlas Riki meninggal gantung diri, karena kecewa pacarnya menikah dengan pria lain. Tapi kami minta pengertiannya untuk tidak diotopsi, karena ini memang murni bunuh diri,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batang, AKP Suwandi, yang datang ke lokasi kejadian menjelaskan, bahwa pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi. Menurutnya, kematian Riki karena gantung diri dengan menggunakan sarung batik, yang dilinting kecil menyerupai tambang, dan dililitkan pada lehernya dengan kayu blandar kamar tidur. “Kematian ini murni bunuh diri, karena tidak ada luka bekas aniaya, sehingga pihak keluarga keberatan untuk dilakukan otopsi,” tuturnya. (thd/ric)