Razia Narkoba, Pengunjung-Pemandu Panik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sejumlah pengunjung dan pemandu karaoke (PK) yang sedang asyik bersenang-senang di bilik-bilik tempat hiburan malam di daerah Pedurungan Kota Semarang, Selasa (19/5) dini hari panik. Mereka kaget bukan kepalang saat puluhan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, tiba-tiba merangsek masuk bilik untuk melakukan razia narkoba.

Ratusan pengunjung dan PK tersebut satu per satu dibawa ke kamar mandi untuk diambil urinenya. Kemudian urine tersebut ditampung di dalam sebuah wadah terbuat dari plastik. Para petugas langsung melakukan tes urine menggunakan alat khusus.

Sedikitnya petugas memeriksa di tiga tempat hiburan malam karaoke di daerah Pedurungan, di antaranya Elexa dan Mundu Karaoke. Pemeriksaan urine tersebut dilakukan di dalam sebuah bilik dengan disaksikan langsung oleh pemilik urine.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto mengatakan, pihaknya melakukan operasi mendadak terhadap pengunjung dan PK di sejumlah tempat hiburan malam untuk menyisir peredaran narkoba. ”Hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur-unsur narkoba dalam kegiatan tersebut,” kata Suprinarto.

Menurutnya, tidak ditemukannya pengguna di sejumlah tempat hiburan malam yang terindikasi narkoba, merupakan hal yang patut dipertahankan. ”Manajemen hiburan mulai menata diri. Kami berharap, mereka terus konsisten untuk turut berperan menanggulangi peredaran narkoba,” terangnya.

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan razia secara rutin dengan sasaran berbeda. Ia menyarankan, jika ada pengunjung, karyawan, maupun orang terdekat yang menggunakan narkoba agar melaporkan ke BNNP Jateng. Jika pengguna narkoba melapor, maka tidak akan dikenakan pindana. Tapi akan kami lakukan proses rehabilitasi,” katanya. (amu/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -