Dipangkas, Anggaran Pilkada Tinggal Rp 16,4 miliar

296

“Anggaran yang disetujui hanya Rp 16,3 miliar, saya berharap anggaran segera bisa dicairkan karena pentahapan untuk Pilkada Desember mendatang telah dilakukan,”
Guntur Suharawan

UNGARAN – DPRD Jateng memangkas anggaran pilkada Kabupaten dari yang awalnya Rp 22,4 miliar menjadi Rp 16,3 miliar. Selain anggaran Pilkada, DPRD Kabupaten Semarang menyetujui anggaran hibah untuk Panwaslu Kabupaten Semarang sebesar Rp 3,2 miliar. Dampak adanya rasionalisasi anggaran, akhirnya alat peraga kampanye dalam Pilkada 2015 di Kabupaten Semarang akan berkurang hampir separo dari yang diajukan.

Anggaran yang diajukan KPU Kabupaten Semarang untuk pembuatan leaflet dan seleban juga untuk pengadaan baliho, umbul-umbul, dan spanduk resmi berlogo KPU. Baliho dan spanduk tersebut akan dipasang di lima titik atau lokasi, 20 umbul-umbul tiap kecamatan, dan 2 spanduk di masing-masing desa/kelurahan.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan, anggaran yang diusulkan oleh KPU sebesar Rp 14 miliar dan mengajukan tambahan anggaran lagi sebesar Rp 7 miliar, sehingga totalnya Rp 22 miliar. Namun hasil pembahasan di Badan Anggaran DPRD Kabupaten Semarang dan telah diparipurnakan, anggarannya hanya sebesar Rp 16,3 miliar. “Anggaran yang disetujui hanya Rp 16,3 miliar, saya berharap anggaran segera bisa dicairkan karena pentahapan untuk Pilkada Desember mendatang telah dilakukan,” kata Guntur, kemarin.

Guntur menambahkan, rencananya setiap KK akan mendapatkan alat peraga kampanye. Namun karena anggaran dipangkas, sehingga alat peraga kampanye hanya untuk setiap dua kepala keluarga (KK) hanya berupa selebaran dan leaflet. Sehingga hanya 310.000 KK saja yang bakal mendapat atau sekitar 50 persen dari total jumlah kepala keluarga di Kabupaten Semarang. “Jadi masing-masing calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang hanya mempunyai bahan kampanye leaflet dan selebaran saja. Para calon juga hanya diperkenankan membuat kaos, stiker, dan gelas mug yang nilainya tidak boleh melebihi Rp 25 ribu per item. Jadi tidak ada poster-poster seperti di daerah lain, kami juga tidak memperkenankan calon melakukan pengadaan sendiri diluar ketentuan,” imbuhnya.

Ketua Tim Penyusun Anggaran Daerah (TPAD), Gunawan Wibisono mengatakan, anggaran hibah untuk KPU yang disetujuai mendahului perubahan APBD Tahun 2015 sebesar Rp 16,3 miliar. Anggaran tersebut, digunakan untuk keperluan Pilkada termasuk juga penyediaan alat peraga kampanye. Selain itu juga untuk alokasi penambahan gaji staf di masing-masing PPK dan alokasi pemutakhiran KTP sebagai persyaratan calon independen yang jumlahnya mencapai 74.000 KTP. “Setelah disetujui DPRD, secepatnya kita buat nota pengajuan hibah ke KPU,” katanya.

Persetujuan mendahului penetapan Perubahan APBD Tahun 2015, berdasarkan usulan Bupati Semarang nomor: 900/01455 tertanggal 13 Mei 2015 yang disampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Semarang. Dalam surat Bupati tersebut disebutkan menyusuli surat nomor 900/001288 tanggal 28 April perihal usulan mendahului penetapan perubahan APBD.

Pada Poin ke-4 disebutkan tentang kegiatan mendesak untuk pembahasan poin a tentang belanja hibah kepada KPU berdasarkan UU No 8 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2005 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati/walikota. Berdasarkan itu, adanya tambahan alokasi belanja hibah kepada KPU untuk pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015 sebesar Rp 7,6 miliar, yang semula sudah direncanakan dalam belanja hibah kepada KPUD sebesar Rp 14,7 miliar menjadi Rp 22,4 miliar. (tyo/fth)