HMI Minta Pemkot Tegas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SALATIGA – HMI Cabang Salatiga memilai Pemkot Salatiga saat ini belum maksimal kinerjanya. Salah satu indikasinya, masih banyak permasalahan dan program kerja yang masih juga terselesaikan dan terlaksanakan. Organisasi mahasiswa ini mengeluarkan pernyataan sikap dan tidak menurunkan massa dalam memperinati Hari Kebangkitan Nasional ini.

Ketua umum HMI Cabang Salatiga, Muhammad Eko Prasetyo mengatakan, seharusnya pemerintahan saat ini bisa maksimal. Semua permasalahan yang ada harus segera diselesaikan dan dengan dialog mesti bisa. Tapi dalam kenyataanya masih banyak persoalan yang tidak kunjung selesai. Kinerja Pemkot selama ini masih belum maksimal,” kata Eko Prasetyo saat menyerahkan pernyataan sikap organisasi kepada wali kota Yuliyanto, kemarin.

Ia menambahkan, dalam pernyataan sikapnya, HMI menilai Kota Salatiga sebagai Indonesia Mini seharusnya bisa tampil menjadi pilot project pemerintahan yang baik dan bersih. Terdapat lima pernyataan sikap para mahasiswa yang ditujukan kepada Wali kota Yuliyanto dan Wakil Wali Kota Muh Haris. “Pemkot harus lebih bekerja keras dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari lebih cermatnya pengeluaran ijin pendirian minimarket yang dirasa sangat mengganggu usaha kecil dan menengah,” imbuhnya.

Desakan lainnya adalah Pemkot yang diharapkan bisa bersikap tegas mengurangi penyakit masyarakat. Diantaranya dengan adanya Perda Miras dan pembatasan pemberian ijin pendirian bisnis hiburan karaoke di Salatiga.

Selain itu, HMI juga menyoroti alotnya pembangunan pasar Rejosari, gagalnya renovasi pasar Jetis serta mangkraknya pasar raya. “Pemkot harusnya lebih bijaksana dalam mengelola investasi jangka panjang dengan melibatkan masyarakat. Kami yakin jika dibicarakan pasti ada win win solution,” tambahnya.(sas/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -