Pakai Sepatu Setelah Masuk Ruang Ujian

486
Ikuti US : Sejumlah siswa SD N Tegaldowo saat mengikuti US. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
Ikuti US : Sejumlah siswa SD N Tegaldowo saat mengikuti US. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
Tergenang: Genangan rob membanjiri lingkungan SD N Tegaldowo. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)
Tergenang: Genangan rob membanjiri lingkungan SD N Tegaldowo. (Faiz Urhanul Hilal/Jawa Pos Radar Semarang)

Kondisi memprihatinkan terlihat ketika puluhan siswa SDN Tegaldowo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan mengikuti Ujian Sekolah (US) di atas genangan rob. Seperti apa?

Faiz Urhanul Hilal, Kajen

“Krubyuk-krubyuk,” begitulah suara genangan air seperti berada di kolam ikan, ketika sejumlah siswa melewati halaman SDN Tegaldowo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.

Pagi itu, sejumlah siswa kelas VI mendatangi sekolah untuk melaksanakan US. Sembari menenteng plastik berisi sepatu, mereka harus berjalan perlahan agar air berwarna coklat tua tidak membasahi pakaiannya.

Namun, di tengah kondisi memprihatinkan itu, wajah-wajah mereka tetap terlihat ceria. Menyiratkan kondisi yang sudah biasa. Begitupun ketika elaksaan US, suasana lingkungan sekolah terlihat setenang kubangan air yang menggenang di halaman sekolah.

Salah satu siswa, Teguh menuturkan, sebelum berangkat sekolah, dirinya dibangunkan orang tuanya pukul 05.30. Setelah mengenakan seragam dan menyiapkan piranti, dirinya berangkat ke sekolah tanpa mengenakan sepatu. Sebab, selain sekolahan dikepung rob, rumahnya juga bernasib sama.

“Rumah juga kebanjiran. Jadi kalau berangkat, sepatunya dimasukkan plastik,” ungkapnya usai menjalani ujian.
Sepatu yang dibawa dari rumah baru dipakai setelah sampai di dalam ruang ujian. Begitu juga ketika beranjak pulang, sepatu yang semula dikenakan kembali dilepas. “Pakai sepatu hanya pas di kelas. Kalau mau pulang ya dicopot lagi,” imbuhnya sembari menggaruk betisnya yang gatal-gatal.

Meski rob menggenangi sekolah maupun rumahnya, tidak menghalangi niat Teguh untuk belajar. Terutama mempersiapkan diri mengikuti US. “Sudah belajar di rumah,” akunya semangat sebelum kembali bercanda dengan teman-temannya.

US tersebut, dialami Teguh bersama 39 siswa lain di sekolahnya. Kepala SDN Tegaldowo, Purnomo mengatakan, pihaknya terpaksa mengungsikan siswa untuk mengikuti US lantaran sejumlah ruang kelas juga tergenang rob.

Total sebanyak 40 peserta ujian ditempatkan di ruang kelas baru yang lebih tinggi dan ruang perpustakaan.
“Ruang kelas yang tergenang rob itu di bagian selatan. Jadi ruangnya kami pindah ke ruang baru dan perpustakaan,” ungkapnya.
Meski permasalah ruang ujian teratasi, Purnomo mengaku, dirinya masih dirundung was-was. Sebab, ruangan tersebut juga bakal menjadi sasaran rob ketika terjadi hujan.

Kelapa SD yang baru menjabat beberapa bulan itu menambahkan, dirinya sangat prihatin jika melihat kondisi yang dialami anak-anak didiknya.

“Melihat anak-anak, saya sering tidak tega mas. Kondisi seperti ini jelas mengurangi konsentrasi belajar mereka. Apalagi saat saya melihat anak-anak berjuang melewati banjir tanpa alas kaki. Mereka jalan pakai sandal menuju sekolah, setelah itu memakai sepatu di ruang kelas, kakinya masih basah, dilap pakai kaos kaki,” ungkapnya.

Purnomo mengaku sengaja tidak menampakkan kegalauan hatinya, untuk memompa semangat anak-anak didiknya. Dirinya selalu berdoa supaya anak didiknya diberikan ilmu yang manfaat.

“Hasil yang mereka capai kelak, semoga setimpal dengan perjuangan yang mereka jalani sekarang. Alhamdulillah, semua siswa menggunakan sepatu, walaupun memakainya saat di ruangan ujian,” ujarnya.
Di sisi lain, Purnomo selalu berharap pihak pemerintah segera menangani banjir rob yang menimpa sekolahnya. (*/ida)