Partisipasi TNI AL Jaga Keindahan Kota Lama

486
GOTONG ROYONG: Ratusaan anggota TNI AL dari Surabaya, bahu-membahu membersihkan tiap sudut kawasan Kota Lama, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GOTONG ROYONG: Ratusaan anggota TNI AL dari Surabaya, bahu-membahu membersihkan tiap sudut kawasan Kota Lama, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GOTONG ROYONG: Ratusaan anggota TNI AL dari Surabaya, bahu-membahu membersihkan tiap sudut kawasan Kota Lama, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kota Lama merupakan kawasan heritage yang harus dijaga dan dilestarikan. Mengingat potensi wisata yang sangat besar di dalamnya. Dan apa yang dilakukan ratusaan TNI AL dari Surabaya, kemarirn (20/5), patut diapresiasi. Sebanyak 440 prajurit bergotong royong membersihkan kawasan Kota Lama.

Mulai dari membersihkan parit, mengecat tembok yang penuh corat-coret. Kegiatan resik-resik kawasan heritage tersebut dimulai dari area Kota Lama, Poder Tawang, Taman Srigunting dan Jalan Garuda atau Taman Garuda.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, kawasan Kota Lama sering menjadi jujukan pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Sebagai ikon kota, kawasan tersebut harus terus dirawat dan dijaga. Tidak hanya pemerintah, masyarakat Kota Semarang juga harus berpartisipasi melestarikan warisan sejarah tersebut. ”Kami mengimbau agar nantinya setelah dilakukan bersih-bersih, masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencorat-coret bangunan yang ada di Kota Lama,” harapnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Komandan Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) Kolonel Laut Imam Teguh Santoso, mengatakan, kegiatan yang diikuti ratusan TNI itu sebagai latek pelayaran calon bintara dan perwira TNI AL dalam pembelajaran langsung di lapangan. Setelah sebelumnya melakukan pelatihan basis militer dan pendidikan di dalam kelas. ”TNI AL berkolaborasi dengan Pemkot Semarang karena tidak bisa bekerja sendiri. Harus dilakukan secara sinergi bersama. Kami juga memilih Semarang karena Semarang memiliki kota yang unik dengan pantai dan lautnya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo harus menguatkan poros maritim,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)