Pedagang Dargo Waspadai Beras Plastik

418
RESAHKAN BERAS PLASTIK: Maraknya peredaran beras plastik di beberapa kota di Indonesia tak ditemukan di sentra pasar beras Pasar Dargo Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
RESAHKAN BERAS PLASTIK: Maraknya peredaran beras plastik di beberapa kota di Indonesia tak ditemukan di sentra pasar beras Pasar Dargo Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
RESAHKAN BERAS PLASTIK: Maraknya peredaran beras plastik di beberapa kota di Indonesia tak ditemukan di sentra pasar beras Pasar Dargo Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

KEBONAGUNG – Isu peredaran beras yang mengandung plastik di beberapa kota di Indonesia membuat masyarakat merasa resah. Apalagi beras impor asal Tiongkok tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun sejauh ini isu tersebut belum memengaruhi sentra penjualan beras di Pasar Dargo Semarang.‬

Budi Sudirman, salah satu pedagang beras di Pasar Dargo mengaku sudah mendengar isu beras plastik tersebut. Meski begitu, isu yang santer tersebut tak membuat penjualan beras mengalami penurunan. ”Kalau isu beras palsu sudah dengar, tapi tidak memengaruhi penjualan,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dia mengatakan, jika beras lokal yang dijual didatangkan langsung dari Klaten. Ia sendiri tidak menjual beras impor. Ia berani menjamin jika beras yang dijual aman dikonsumsi. ”Beras yang saya jual adalah beras lokal. Jadi aman dari plastik atau campuran bahan kimia lainnya,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap waspada terhadap peredaran beras palsu yang marak di berbagai daerah. Untuk mencegah adanya beras plastik masuk ke pasar Semarang, ia meminta agar dinas terkait mau melakukan tindakan. ”Harus ada tindakan tegas dari pemerintah, soalnya pedagang dan masyarakat yang akan dirugikan,” ujarnya.

Suharti, pedagang beras lain pun berharap beras palsu tersebut tidak sampai masuk ke Semarang. Ia mengaku lebih berhati-hati ketika belanja barang dagangannya. ”Jelas lebih waspada, tapi saya hanya jual beras lokal, tidak beras impor,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang, Nurjanah, saat dikonfirmasi soal isu beras yang mengandung plastik ini, enggan berkomentar. Ia memilih tidak menjawab pertanyaan Jawa Pos Radar Semarang. Nurjanah justru melemparkan tanggung jawab ke Dinas Pertanian Kota Semarang. ”Kalau isu tersebut kami belum tahu,” ujarnya singkat.

Dia mengungkapkan, di Semarang, isu peredaran beras plastik belum ada. Kalaupun ada pihaknya mengaku akan menyelidiki. ”Tanya ke Dinas Pertanian saja, nanti biar kami menyelidiki, yang jelas di Semarang belum ada,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana, yang ditemui koran ini mengaku sudah mendengar isu tersebut. Namun ia menegaskan untuk wilayah Semarang belum terdapat beras palsu tersebut. ”Belum ada (beras plastik) kalau di Semarang, saya juga belum melihat bagaimana bentuknya secara langsung,” akunya.

Dia mengakui, temuan beras plastik yang ada di Banten nantinya akan berdampak pada masyarakat. Meski begitu, beras palsu yang diduga terbuat dari bahan plastik tersebut harus melewati uji laboratoriun untuk mengetahui bahan-bahan yang terkandung.

”Secara kasat mata memang tidak bisa dilihat, makanya harus dicek di laboratorium. Kalau di Semarang sih kayaknya ngga ada,” paparnya.

Menurut dia, pengecekan lapangan dan peredaran beras di Kota Semarang adalah tanggung jawab dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang. Tugas dari Dinas Pertanian, kata dia, hanya sebatas memantau tanaman yang ada dari para petani.

”Itu harusnya tugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang mengawasi. Tapi kami tetap memantau ke lapangan. Kalau memang ada dan sudah keluar hasil laboratoriumnya, kami akan berkoordinasi dengan mereka (dinas terkait, Red),” ujarnya.

Ditambahkan, saat ini stok beras di Kota Semarang terpantau aman. Apalagi daerah penghasil beras seperti Grobogan, Sragen, Brebes dan Pati mengalami peningkatan luas lahan pertanian yang dirasa cukup memenuhi kebutuhan. ”Kalau di petani sudah dipantau aman, bahkan bisa dibilang tidak akan kekurangan beras. Tahun depan target swasembada beras pun bisa tecapai,” ungkapnya.

Terkait isu beras plastik yang meresahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke pemasok ataupun melakukan koordinasi, rapat, hingga sidak agar beras palsu tidak masuk ke Semarang. ”Secepatnya kami akan berkoordinasi dan melakukan sidak,” janjinya. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.