Pembunuh Nenek Divonis 12 Tahun Penjara

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KRAPYAK – Dua pelaku pembunuhan terhadap nenek bernama Ratnawati Sarwodadi, 86, warga Jalan Kentangan, Kelurahan Jagalan, Kota Semarang, divonis berbeda. Terdakwa Suheri alias Gongtol, 38, divonis 12 tahun penjara, sementara Kim Hay alias Pendek alias Teguh Prasojo divonis 3 tahun penjara, karena turut membantu aksi Suheri.

Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Semarang kemarin, Ketua Majelis Hakim, Dimyati menyatakan, Pendek terbukti bersalah melanggar pasal 339 KUHP juncto pasal 56 KUHP tentang Pembunuhan yang Diikuti, Disertai, atau Didahului oleh Kejahatan.
”Terdakwa Teguh Prasojo telah terbukti bersalah secara sengaja memberi kesempatan pencurian didahului dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Menjatuhkan pidana selama tiga tahun,” kata hakim Dimyati dalam amar putusannya, Rabu (20/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Evi Yulianti menyebutkan, dalam amar putusannya, hakim menyatakan, terdakwa terbukti turut membantu dalam aksi perampokan yang dilakukan rekannya, Suheri pada Sabtu, 27 Desember 2014 sekitar pukul 03.30 di rumah korban di Kentangan. ”Suheri sempat diberi pil koplo oleh tedakwa sebagai sarana pembantu kejahatan. Selanjutnya, Suheri langsung memanjat dinding dan masuk lewat atap rumah korban. Pendek sendiri berjaga-jaga di luar rumah korban,” kata Evi usai sidang.

Korban yang nonton televisi, lanjut JPU, sempat melihat Suheri. Bahkan sempat terjadi pergulatan yang membuat korban terjatuh, saksi Suheri lalu mengambil garpu dan menusuk korban sebanyak dua kali. ”Begitu mengetahui nenek Ratnawati tak berdaya, saksi masuk ke kamar korban dan menemukan uang Rp 39 juta. Hasil rampokan itu dibagi dua. Terdapat fakta kekerasan, di mana korban juga sempat dicekik lehernya oleh saksi. Nenek itu akhirnya tewas dan baru diketahui keluarga dan tetangganya pada pukul 06.00,” jelasnya.

JPU, Yustiawati yang menangani perkara Suheri menyebutkan, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan divonis selama 12 tahun penjara.
”Terdakwa (Pendek) ini adalah otak pelaku sebenarnya, dia yang mengajak Suheri untuk melakukan perampokan. Semestinya, terdakwa divonis paling tidak sama seperti Suheri,” ungkapnya. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -