Pernah Diejek: Babu kok Mimpi Jadi Sarjana

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANTANG MENYERAH: Darwati, PRT yang sukses menjadi wisudawati berprestasi Untag Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Darwati, PRT yang sukses menjadi wisudawati berprestasi Untag Semarang. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Usaha dan tekad yang bulat untuk menggapai cita-cita tergambar jelas dalam diri Darwati. Meski menerima ejekan dari teman kuliahnya, pembantu rumah tangga (PRT) ini tetap tekun dan berusaha keras hingga lulus sarjana dengan predikat cumlaude. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

DARWATI, salah satu wisudawati Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang ini memang patut diacungi jempol. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, dengan tekad kuat, dia mampu menyelesaikan kuliahnya. Tak tanggung-tanggung, dia mampu menyelesaikan kuliah dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude 3,7 pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Terlahir sebagai anak petani boro (petani tanpa lahan, Red) di Kabupaten Blora, kehidupan keluarga Darwati terbilang jauh dari kata mapan. Namun perempuan kelahiran 1992 itu memiliki tekad baja ingin menjadi seorang sarjana, meski kondisi perekonomian keluarganya terbatas. Ia ingin memperbaiki nasib keluarganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.

”Saya kuliah sambil kerja. Kerjanya ya serabutan. Bisa dibilang PRT (pembantu rumah tangga) lah,” katanya di sela mengikuti pelepasan calon wisudawan-wisudawati di Kampus Untag Semarang.

Mahasiswi Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis itu memang bekerja sebagai PRT di Kabupaten Grobogan. Meski sebentar lagi diwisuda, putri pasangan Sumijan dan Jasmi ini seakan masih tak percaya akan menjadi sarjana.

”Rasanya saya tidak percaya bisa sampai selesai kuliah, dan jadi sarjana. Dulu saya sering diejek, lha wong babu kok ngimpi dadi sarjana? (PRT kok mimpi jadi sarjana?),” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ejekan-ejekan yang diterimanya itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus menuntut ilmu. Warga Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Blora itu justru menjadikan ejekan tersebut sebagai pelecut agar dirinya semakin semangat menggapai apa yang dicita-citakannya.

Seusai menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA di Blora, Darwati sempat merantau ke Jakarta menjadi PRT. Sempat bertahan beberapa lama di Ibu Kota, Darwati merasa tidak betah, hingga akhirnya kembali ke kampung halamannya.

Nah, ketika kembali ke kampung halamannya itu, dia berjumpa dengan keluarga dermawan. Yakni, keluarga Lely Astati Bachrudin yang berdomisili di Purwodadi. Lely adalah seorang dokter gigi yang sempat menduduki berbagai jabatan penting di kota itu. Singkat cerita, Darwati kemudian bekerja di keluarga Lely, dan diberikan kesempatan untuk kuliah.

”Di rumah Bu Lely, saya bekerja bersih-bersih. Dari mencuci sampai mengepel lantai rumah, saya lakukan semua. Keluarga Bu Lely juga sangat baik, karena memberi kesempatan saya kuliah pada akhir pekan. Saya juga menerima tambahan uang saku untuk ongkos naik bus ke Semarang,” paparnya.

Darwati menyelesaikan kuliahnya dengan cara nglaju dari Purwodadi ke Semarang setiap akhir pekan. Gaji yang diterimanya bekerja sebagian masuk tabungan, dan jika sudah terkumpul cukup pada akhir semester dia gunakan untuk membayar biaya kuliah. Darwati berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan skripsi berjudul ’Pengaruh Strategi Harga (Bauran Pemasaran) Terhadap Keputusan Pembelian di Swalayan Luwes Purwodadi’.

Menurut keterangan beberapa teman sekampusnya, Darwati merupakan salah satu mahasiswi terbaik.

”Kami sangat bangga dari fakultas ini dicetak sarjana yang bermanfaat. Saya pesan sama Darwati agar tidak perlu minder. Teladani jejak banyak alumni senior yang kini kiprahnya sudah sangat diakui,” ungkap salah satu teman sekampusnya yang tidak ingin disebutkan namanya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. itu tetanggaku, sama sepertiku, aku juga dari SMA/aliyah saampe kuliah jd PRT ekerja mulai dari masak, cuci pakean, ngepel lantai samaapai jualan batu gamping semua saya kerjakan bahkan memperbaiki salauran sepiteng wc, skolah dan kuliah dengan biaya sendiri, butuh ,pengorbann dan kerja keras memang, dan alhamadulillah atas arunia Alloh, skrg jd bs jd Pejabat Negara..

    Smoga slalu bisa bersyukur,. Amiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -