Tingkatkan Integritas OJK dengan WBS

330

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wajib bekerja secara bersih. Mereka harus mampu menangkal berbagai godaan yang masuk kategori korupsi seperti grafitikasi, suap, dan lain sebagainya.

Kepala OJK Regional 4 Y Santoso Wibowo menuturkan, OJK memiliki komitmen tinggi untuk memupuk kepercayaan masyarakat melalui penguatan integritas seluruh praktisi atau pelaku industri jasa keuangan. “Beberapa penguatan integritas OJK di antaranya adalah revitalisasi OJK Whistle Blower System (WBS) dan pelaksanaan program pengendalian gratifikasi,” tuturnya setelah penandatanganan pernyataan Komitmen Pengendalian Gratifikasi di Hotel Gumaya Semarang, kemarin.

Dikatakan Santoso, pendandatanganan pernyataan ini hanya sekadar seremonial formalitas saja. Pasalnya, sudah sejak lahir, OJK selalu menjaga integritasnya. “Kami ada untuk menjalankan sistem iuran industri. Dan iuran itu harus digunakan dengan baik tanpa ada sesuatu yang kurang benar. Penandatanganan ini bisa menjadi pengingat arah kami agar terus berjalan sesuai dengan relnya,” ucapnya.

Dia mengakui, risiko-risiko grafitikasi yang terjadi di ranah industri keuangan dan OJK terbilang terus bertambah. Karena itu, pihaknya juga meminta kepada siapa pun juga untuk mengawasi kinerja OJK.

Lewat WBS, anonimitas dan pelindungan pelapor akan terjaga. Agar bisa berperan aktif, pelapor akan mendapat reward. Pengaduannya pun terbilang mudah. OJK menyediakan website dengan user interface yang sederhana dan menarik. “Pelaksanaan WBS ini akan dilaksanakan oleh pihak independen,” imbuh Santoso.

Sementara itu, Direktur Gratisidaksi Komisi Pembertantasan Korupsi (KPK) Giri Supradiyono menuturkan, kinerja OJK tetap harus diawasi. Ada banyak godaan yang terjadi. Seperti dari beberapa industri perbankan yang ingin membuka kantor baru misalnya. “Membuka kantor cabang baru itu kan banyak persyaratannya. Di sini, akan ada yang bermain untuk mendapatkan kemudahan atau keringanan syarat tersebut,” ucapnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku OJK akan lebih kuat imannya karena gaji per bulan melebihi para karyawan Bank Indonesia (BI). Artinya, jika hidupnya sudah berkecukupan, prosentase keinginan untuk bermain-main api seperti ini akan berkurang. (amh/smu)