111 Anak Keracunan Kue Ultah

462
Dirawat Intensif : Sejumlah korban keracunan menjalani perawatan di RSUD Kajen kemarin. Ratusan korban keracunan setelah menyantap kue dan jajanan ulang tahun. (Faiz Urhanul Hilal/jawa pos Radar Semarang)
Dirawat Intensif : Sejumlah korban keracunan menjalani perawatan di RSUD Kajen kemarin. Ratusan korban keracunan setelah menyantap kue dan jajanan ulang tahun. (Faiz Urhanul Hilal/jawa pos Radar Semarang)

KAJEN – Ratusan anak mengalami keracunan usai menyantap jajanan ulang tahun di Dukuh Petungkulon RT 03 RW 02 Desa Tembelang Gunung Kecamatan Lebakbarang, Rabu (20/5) malam. Korban mengalami muntah, diare, kepala pusing dan badan lemas. Sebagian mereka dilarikan ke puskesmas setempat, hingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen.

Petaka di hari ulang tahun tersebut bermula ketika ratusan warga yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa menghadiri acara ulang tahun Meza Parelina Utomo, 4, anak seorang perangkat desa, Karso Utomo, 32, sekitar pukul 15.00.

Riuh tawa dan keceriaan yang semula berjalan tiba-tiba berubah kepanikan. Orang tua korban, Rina, 27, mengatakan, insiden itu terjadi ketika sejumlah anak mengalami pusing kemudian muntah-muntah sekitar pukul 18.00. “Acaranya mulai siang. Yang datang banyak ada orang tua dan anak-anak. Setelah makan kue ulang tahun yang dibagi-bagikan itu, kemudian muntah-muntah. Termasuk anak saya,” ungkapnya ketika ditemui di RSUD Kajen, Rabu (20/5) malam.

Suasana kegembiraan itu pun berubah. Menurut Rina, sejumlah jajanan yang disediakan dalam acara itu di antaranya nasi kuning, teh, agar-agar, lalu ada snack dan permen. Bukan hanya anak-anak, para orang tua juga mengalami hal yang sama.
Para korban kemudian segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan.

Sebagian dibawa ke mantri Puskesmas Lebakbarang yakni Dwi Purwanto dan Endro yang beralamat di Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang. “Saya panik, banyak sekali yang keracunan. Ada yang bilang dari kue tart ada yang nasi kuning, macam-macam. Lalu pada dibawa ke mantri Puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit Kajen,” bebernya tergesa.

Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi melalui Kasubbag Humas AKP Guntur Tri Harjani mengatakan, total korban diduga keracunan ada 111 orang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. “Beberapa saat setelah kejadian itu, total ada 107 korban yang dilarikan ke mantri sebagian dibawa ke Mantri Dwi Purwanto. Kemudian ada empat korban ke mantri Endro di Desa Sidomulyo. Totalnya 111 orang. Ada beberapa yang kemudian dirujuk RSUD kajen,” ungkapnya, Kamis (21/5) siang.

Tri menambahkan, bersama pihak terkait, sedang dilakukan penyelidikan terkait penyebab keracunan yang menimpa ratusan korban tersebut. “Siang ini, sudah ada beberapa yang diperbolehkan pulang. Ada juga yang masih dalam perawatan,” imbuhnya.

Direktur RSUD Kajen, Dwi Ari Gunawan mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan darurat kepada para korban. “Para korban berdatangan sekitar pukul 20.30 hingga pukul 01.00 masih berdatangan,” ungkapnya.

Jumlah korban yang dirujuk ke rumah sakit pemerintah itu, kata Dwi, tercatat 40 orang. Karena kekurangan tempat tidur, ada beberapa pasien yang kami tempatkan di bed darurat. “Total yang kami tangani ada 40 orang. Pagi tadi, 37 orang kami perbolehkan pulang,” jelasnya. Sementara itu, untuk penyebab insiden keracunan, masih dalam penyelidikan Dinas Kesehatan. (hil/ric)