Asuransi Pasar Johar Dinilai Timpang

355

BALAI KOTA – Klaim asuransi kebakaran Pasar Johar sebesar Rp 6,6 miliar dinilai masih terlalu kecil jika dibandingkan kerugian yang harus ditanggung. Hal tersebut menuai kritikan Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono.

”Kami prihatin atas kinerja pemkot yang kurang maksimal dalam pengamanan aset. Kejadian kebakaran Pasar Johar terlepas dari disengaja atau tidak, itu menunjukkan lemahnya penanganan pengamanan aset oleh pemkot,” terang politisi dari Fraksi PKS itu.

Menurut Ari Purbono, seharusnya klaim asuransi Pasar Johar lebih besar nilainya, mengingat kemegahan dan luasan lahan, serta nilai sejarah yang sangat tinggi. ”Meski sudah diasuransikan, bukan berarti pemkot menyerahkan semuanya pada pihak asuransi. Namun harus pula diupayakan dari sisi safety ataupun rescue pengamanan setiap aset yang dimiliki. Nilai Rp 6,6 miliar menunjukkan pemkot tidak terlalu serius mengasuransikan aset Pasar Johar,” katanya.

Ari Purbono meminta pemkot mengevaluasi terkait dengan kajian terhadap besaran dan perencanaan asuransi aset pemkot. Mengenai upaya pembangunan kembali Pasar Johar, Ari memberikan masukan supaya seluruh anggarannya menggunakan APBD Kota dari silpa yang sekitar Rp 1,1 triliun. ”Kalaupun nantinya mendapat bantuan dari pemerintah provinsi atau pusat, tentu pemkot harus terbuka tanpa menentukan persentase sharing-nya,” imbuhnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan yang dirilis Dinas Pasar Kota Semarang, Senin (11/5), kerugian atas kebakaran Pasar Johar ditaksir mencapai Rp 376 miliar. ”Ada empat bagian pasar yang kami data mengalami kebakaran. Luasnya mencapai 23.936 meter persegi,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko dalam laporan tertulisnya.

Sementara itu Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyatakan nilai kerugian yang berbeda. Wakil Sekjen DPP IKAPPI Miftahudin mengatakan, dalam hitungan sementara pihaknya menilai total kerugian (kebakaran Pasar Johar) mencapai lebih dari Rp 3 triliun. ”Yang jelas kerugiannya tidak kecil. Untuk itu kami minta Pemerintah Kota Semarang segera mengambil langkah untuk melakukan recovery kepada pedagang secara cepat. Hal ini agar nasib para pedagang di Pasar Johar tidak semakin terpuruk,” tandasnya. (zal/ce1)