Beri Uang PGOT Didenda Rp 1 Juta

380
SOSIALISASI: Salah seorang anggota Satpol PP Linmas Kota Semarang memberikan setangkai bunga dan selebaran berisi imbauan kepada pengendara yang melintas. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
SOSIALISASI: Salah seorang anggota Satpol PP Linmas Kota Semarang memberikan setangkai bunga dan selebaran berisi imbauan kepada pengendara yang melintas. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

TUGU MUDA – Satpol PP Linmas Kota Semarang akan memberlakukan sanksi tegas bagi masyarakat atau pengguna jalan yang memberi uang kepada Pengamen Gelandangan dan Orang Telantar (PGOT). Tidak main-main, sanksinya berupa denda sebesar Rp 1 juta. Hal itu sebagai upaya untuk membersihkan PGOT di Kota Semarang.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis, (21/5) kemarin, puluhan petugas Satpol PP Linmas turun ke jalan membagikan 1.000 selebaran berisi imbauan dan bunga kepada pengguna jalan di sekitar bundaran Tugu Muda. Sosialisasi tentang larangan memberikan uang atau barang dalam bentuk apa pun kepada PGOT yang berada di jalanan.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2014 Tentang PGOT di Kota Semarang. Pada isi perda tersebut menerangkan, masyarakat umum dilarang memberikan uang atau barang dalam bentuk apa pun kepada anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di jalan-jalan umum atau di traffic light (lampu merah).

”Apabila nanti diketahui ada masyarakat umum yang memberikan uang atau barang kepada pengemis maka akan diberikan sanksi denda sebasar Rp 1 juta dan kurungan tiga bulan kurungan. Bagi orang yang memanfaatkan, para pengemis dalam arti sebagai koordinir, akan dikenakan sanksi denda uang sebesar Rp 50 juta dan tiga bulan kurungan,” tegasnya.

Perda yang sudah disahkan tersebut bukan berarti melarang warga masyarakat untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Pihaknya hanya mengimbau kepada masyarakat agar menyalurkan bantuan melalui yayasan sosial yang ada di Kota Semarang atau di tempat-tempat terdekat.

”Dari yayasan-yayasan sosial itulah yang nantinya akan menyalurkan bantuan kepada PGOT. Maka, dengan adanya sosialisasi tahap pertama ini, diharapkan masyarakat dapat ikut menaati peraturan yang sudah ditentukan. Kami yakin kalau masyarakat menerapkan peraturan ini, tidak ada lagi PGOT di jalan raya ataupun di lampu merah,” katanya. (mha/zal/ce1)