Kesuksesan Jonan Benahi PT KAI Dibukukan

490
PENCAPAIAN: Kepala Lembaga Management FEB UI Toto Pranoto dan Kepala PT KAI Daop IV Semarang Sucipto Susilo Hadi memperkenalkan buku KAI Recipe, kemarin. (Foto: Ajie MH/Radar Semarang)
PENCAPAIAN: Kepala Lembaga Management FEB UI Toto Pranoto dan Kepala PT KAI Daop IV Semarang Sucipto Susilo Hadi memperkenalkan buku KAI Recipe, kemarin. (Foto: Ajie MH/Radar Semarang)

SEMARANG – Kesukesan Ignatius Jonan memimpin PT KAI beberapa tahun lalu membuat Kepala Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto terangsang untuk membukukannya. Buku berjudul KAI Recipe, Perjalanan Transformasi Kereta Api Indonesia yang ditelurkan 30 Maret 2015 lalu ini menceritakan perjalanan transformasi perkeretaapian yang benar-benar radikal.

Toto menilai, Jonan tergolong sosok yang begitu jenius. Dia mampu membenahi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rugi puluhan miliar hingga menjadi untung dalam kurun waktu satu tahun saja. Pastinya, dia mengobrak-abrik sistem PT KAI menjadi lebih disiplin dan tegas. ”Meski banyak menceritakan gebrakan-gebrakan Jonan, tapi buku ini bukan sebuah succes story. KAI Recipe berisi kiat-kiat mengembangkan perusahaan di bidang jasa yang diulas lewat studi kasus,” ucapnya ketika mengenalkan buku setebal 290 halaman ini di Semarang, kemarin.

Karena diagarap oleh akademisi, pembuatan KAI Recipe sarat dengan perspektif dari berbagai aspek. Seperti operasional, marketing, keuangan, pengelolaan, hingga sumber daya manusia. Untuk itu, buku ini bisa dipakai untuk bahan acuan kalangan pengajar program manajemen dan business school.

Sementara itu, penggarapan buku ini terbilang cepat. Hanya sekitar 10 bulan. Meski begitu, Toto mengaku sempat mengalami kesulitan karena harus mengorek isi PT KAI secara detail dan mengikuti hampir semua rapat-rapat besarnya. ”Saat editing juga memakan waktu agak lama karena PT KAI harus benar-benar setuju dengan apa yang akan dimuat dalam buku ini,” ucap Toto.

Kepala PT KAI Daop IV Semarang Sucipto Susilo Hadi menambahkan, buku ini juga bisa jadi motivasi bagi seluruh karyawan PT KAI. Kisah-kisah Jonan dalam menangani masalah ini merupakan panduan. ”Saya mengakui kehebatan Pak Jonan. Dan saya berharap kesuksesannya ini bisa diteruskan, bahkan bisa lebih sukses lagi,” harapnya. (amh/zal/ce1)