Obat Generik Sumbang Profit Terbesar

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KERJA KERAS: Direksi PT Phapros Tbk yakni (dari kiri) Direktur Produksi Barokah Sri Utami, Dirut Iswanto, Dirkeu Budi Ruseno dan Direktur Pemasaran Syamsul Huda, setelah RUPS di Hotel Gumaya, kemarin. (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)
KERJA KERAS: Direksi PT Phapros Tbk yakni (dari kiri) Direktur Produksi Barokah Sri Utami, Dirut Iswanto, Dirkeu Budi Ruseno dan Direktur Pemasaran Syamsul Huda, setelah RUPS di Hotel Gumaya, kemarin. (ISMU PURUHITO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Phapros Tbk pada 2014 lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 45 miliar. Obat jenis generik menjadi penyumbang profit terbesar, dibanding produk lain yakni over the counter (OTC) dan branded ethical.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Iswanto, mengatakan sepanjang 2014 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi industri farmasi nasional. Berbagai faktor membuat industri obat-obatan tersebut tumbuh lambat, yakni 8,3 persen secara nasional. Di antaranya tahun politik di mana ada Pileg dan Pilpres, pelemahan kondisi ekonomi global di banyak negara, serta fluktuatifnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cenderung melemah sementara bahan baku obat 90 persen adalah impor.

Namun yang paling luar biasa memengaruhi kondisi industri farmasi Tanah Air pada 2014 adalah kebijakan terkait BPJS. Kebijakan BPJS oleh pemerintah, memaksa adanya proses switching obat dari ethical ke generik, sehingga industri farmasi nasional harus menyesuaikan. Di Phapros, produksi dan penjualan obat generik pada 2014 naik sekitar 54 persen dibanding 2013. Yakni mencapai Rp 296 miliar dari Rp 191 miliar pada 2013. Tahun 2015, target penjualan obat generik ditingkatkan lagi menjadi Rp 304 miliar.

“Maski berbagai faktor tersebut membuat industri farmasi secara nasional kurang kondusif, namun PT Phapros masih mampu menaikkan penjualan dan membukukan keuntungan yang signifikan. Total penjualan mencapai Rp 578 miliar atau naik sebesar 10,8 persen dengan laba bersih Rp 45 miliar, tumbuh sekitar 8 persen,” beber Iswanto, setelah berlangsungnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2014.

Dari laba Rp 45 miliar tersebut, dari hasil RUPS diputuskan ada pembagian dividen sebesar 50 persen, dan 50 persen disetorkan ke Negara karena PT Phapros Tbk merupakan BUMN.

Tahun 2015 ini, PT Phapros Tbk optimistis mampu mencatat penjualan serta membukukan laba lebih baik lagi. Saat ini, menurut Iswanto, perusahaan yang dipimpinnya terus berinovasi produk, memperluas pemasaran serta menguatkan daya saing. “Tahun 2015 kita menargetkan penjualan Rp 665 miliar atau naik 20 persen dari 2014, dengan target laba bersih Rp 63 miliar. Kita optimistis karena sampai akhir kwartal pertama 2015 kita telah mencatat laba bersih 11,5 miliar,” tandasnya.

Keyakinan Iswanto tersebut, di antaranya didasarkan pada terus tumbuhnya kapasitas produksi terutama obat generik, di mana PT Phapros saat ini menjadi provider yang besar untuk BPJS. “Untuk pemasaran, selain untuk puskesmas-puskesmas, kita membidik rumah sakit swasta dan poliklinik yang saat ini makin banyak. PT Phapros bahkan berencana mendirikan poliklinik pratama di Simongan Semarang untuk menambah pasar obat generik,” jelasnya.

Sementara Direktur Produksi, Barokah Sri Utami mengatakan, PT Phapros juga terus menambah brand yang merupakan produk OTC. Di antaranya beberapa waktu lalu meluncurkan Antimo Herbal. “Kita juga memperluas pasar ekspor, utamanya untuk Negara-negara ASEAN. Terakhir kita ekspor Kamboja, dan sudah dijajaki Vietnam. Rata-rata yang kita ekspor adalah obat injeksi untuk penyakit maag akut, alergi, obat analgesic dan sebagainya,” paparnya. (smu)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -