Pemprov Salah Gunakan Simbol

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Pemprov Jateng dianggap menggunakan simbol yang tidak pas dalam melakukan komunikasi dengan publik. Hal tersebut terkait penggunaan simbol Garuda Pancasila sebagai gantungan resleting pada baliho raksasa yang dipasang untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Pengamat politik dan pemerintahan Undip Muhammad Yulianto mengatakan resleting yang direkatkan tidak menggambarkan kemajemukan Indonesia. Sebab negara Indonesia sangatlah majemuk. ”Resleting kan hanya merekatkan kanan dan kiri atau atas dan bawah. Ini tidak menunjukkan makna Indonesia dalam proses kemajemukan. Apalagi simbol resleting mengesankan habis berbuat yang tidak-tidak,” ungkapnya.

Menurut dia, pemprov bisa menggunakan simbolisasi lainnya seperti merajut jaring laba-laba dengan gambar Garuda Pancasila di sampingnya. Hal tersebut dinilainya lebih menggambarkan kemajemukan. ”Penggunaan simbol yang salah ini mengakibatkan dampak berkepanjangan. Sebab berkaitan dengan penafsiran publik atas komunikasi itu,” ujarnya sambil meminta pemprov melakukan evaluasi atas desain baliho yang dibuat.

Seperti diberitakan sebelumnya, kreativitas Pemprov Jateng dalam mendesain baliho untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) justru menuai protes dari sejumlah kalangan. Baliho raksasa yang menggambarkan bendera merah putih disatukan (resleting) dengan gantungan Garuda Pancasila, itu terpasang di gedung Gubernuran Jateng.

Baliho tersebut berukuran 13×4 meter. Menggambarkan sebuah bendera merah putih yang disatukan dengan resleting warna emas dengan gantungan Garuda Pancasila. Di bagian warna merah terdapat tulisan ”Bangkit Merawat Indonesia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional” dan di bagian warna putih terdapat logo Pemprov Jateng dan 107 tahun Kebangkitan Nasional.

Desain baliho tersebut mengundang kritikan dari masyarakat yang melintas dan melihat baliho tersebut. Pun dengan PNS dan anggota TNI. ”Itu tidak pas, lambang negara tempatnya di situ. Itu kalau tidak dikasih gambar garuda saja orang yang melihat sudah tahu,” ujar Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Puji Setiono, yang langsung mendatangi kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansur menyayangkan pemasangan baliho yang dilakukan Pemprov Jateng. Ia tidak mempersoalkan jika memang pemprov ingin melakukan kreativitas. Tapi jangan sampai kreativitas itu justru membuat publik salah arti. ”Bendera merah putih dan garuda itu lambang negara. Jadi jangan dibuat untuk kreasi, karena nanti justru menimbulkan salah tafsir,” katanya. (ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -