Peringati Reformasi, Saling Dorong

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

ULTIMATUM JOKOWI: Para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Kota Semarang saat melakukan aksi di depan kantor Gubenur Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ULTIMATUM JOKOWI: Para mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Kota Semarang saat melakukan aksi di depan kantor Gubenur Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gelombang aksi peringatan 17 tahun reformasi kembali bergulir. Kali ini dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) daerah Kota Semarang. Dalam aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan dengan petugas kepolisian.

Aksi yang diawali dari bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan kemudian dilanjutkan di depan gerbang Kantor Gubenuran tersebut, awalnya diwarnai dengan orasi-orasi. Kemudian, berlanjut dengan aksi saling dorong antara demonstran perempuan dengan Polwan dan akhirnya ditambah, dari demonstran laki-laki ikut dalam aksi saling dorong tersebut.

Beberapa mahasiswa sempat diamankan petugas dari balik pagar. Namun setelah ketegangan mereda, mereka dilepaskan dan kembali ke para demonstran. Kemudian, aksi berlanjut dengan teatrikal yang menggambarkan kepatuhan Presiden Joko Widodo pada penguasa dari asing.

Usai teatrikal, korlap dari KAMMI membacakan ultimatum untuk Presiden RI Joko Widodo. Ultimatum tersebut sekaligus memperingati 17 tahun reformasi. ”Presiden harus mampu melepaskan diri dari segala ketergantungan, tekanan, intervensi dan pesanan dari pihak luar untuk dapat bersikap tegas dalam membuat kebijakan yang prorakyat,” tutur koordinator aksi, Moh Khanif Nasukha. (dit/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -