50 Ribu Keping VCD dan DVD Bajakan Disita Polisi

392

MUGASSARI – Fenomena kasus pembajakan VCD dan DVD memang bukan hal yang baru. Bahkan tindakan tersebut sudah menjadi budaya di tengah masyarakat. Perilaku ilegal yang ”dilegalkan”. Sebab, selama ini aparat kepolisian juga seakan tutup mata dengaan peredaran VCD dan DVD.
Isu miring yang sempat menyeruak, konon, mafia pembajakan memberi ”upeti” kepada aparat. Sehingga selama bertahun-tahun aman melenggang. Entah ada apa. Fakta yang terjadi saat ini adalah sebanyak 50 ribu lebih keping VCD dan DVD bajakan disita oleh tim Subdit 1 Bidang Industri Perdagangan dan Asuransi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

Informasi yang dihimpun, tim Ditreskrimsus Polda Jateng bergerak melakukan penindakan pada Kamis (21/5) malam. Ribuan keping VCD dan DVD bajakan itu disita dari sejumlah pedagang eceran di toko-toko dan distributor. Beberapa di antaranya berjualan di mal-mal di Kota Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Aloysius Liliek Darmanto membenarkan, bahwa tim Ditreskrimsus Polda Jateng telah menyita ribuan VCD dan DVD bajakan dari sejumlah tempat.
”Iya, itu razia tadi malam (kemarin) di beberapa tempat di Semarang,” kata Aloysius Liliek Darmanto ditemui wartawan usai salat Jumat di Mapolda Jateng, Jumat (22/5).

Dijelaskannya, dalam razia tersebut, tim Ditreskrimsus Polda Jateng menyita 50 ribu keping VCD, DVD bajakan berbagai jenis yang diperjualbelikan secara bebas. Dikatakan Liliek, atas razia tersebut pihaknya belum menetapkan tersangka. ”Belum ada tersangka. Namun berdasarkan barang bukti yang kami sita, sudah dipastikan bajakan,” terangnya.

Liliek berdalih, penindakan tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo, berkaitan dengan masih maraknya mafia pembajakan. Dia mengaku masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengusut siapa bos yang mengelola atau memproduksi VCD dan DVD bajakan di Kota Semarang. ”Kami lakukan penyitaan dulu, pemeriksaan saksi-saksi, kami masih penyelidikan,” katanya.

Pihaknya mengaku akan terus menelusuri keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi.
”Kami masih menyelidiki penjualnya dan produsen. Dari situ nanti akan berkembang dari mana VCD dan DVD bajakan tersebut didapatkan,” ujar Liliek.

Mengenai jenis-jenis bajakan yang disita terdiri atas ribuan keping VCD dan DVD berisi lagu, beraneka macam film, baik film anak maupun dewasa, dan lain-lain. Saat ini, barang bukti tersebut telah dibawa di Markas Polda Jateng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. ”Kita tunggu perkembangannya,” pungkas kabid humas. (amu/zal/ce1)