Propam Periksa Senpi, Surat Izin Kadaluarsa

444
PERIKSA SENPI : Propam Polda Jawa Tengah saat melakukan pemeriksaan senjata api (Senpi) di Polres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERIKSA SENPI : Propam Polda Jawa Tengah saat melakukan pemeriksaan senjata api (Senpi) di Polres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Sebanyak 297 senjata api (senpi) milik personel Kepolisian Polres Batang, Kamis (21/5) siang kemarin, diperiksa oleh Propam Polda Jawa Tengah, di halaman Mapolres Batang. Senpi yang digunakan untuk mendukung tugas pelayanan kepada masyarakat, dicek kondisi dan administrasinya.

Hasilnya, hampir semua senpi, kondisinya masih bagus dan berfungsi dengan baik. Namun ada beberapa senpi yang kotor dan kurang terawat, serta dua surat penggunaan senpi milik kedinasan yang belum diajukan perpanjangan.

Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono, Jum’at (22/5) siang kemarin, mengungkapkan bahwa semua senpi yang dipinjampakaikan kepada anggota Polres Batang, wajib diperiksa secara adminstrasi dan kondisinya. Adapun jenis senjata yang diperiksa meliputi senpi laras pendek (Revolver), senpi laras panjang (senpi bahu), dari berbagai jenis baik otomatis maupun yang semi otomatis.

”Sesuai SOP Kepolisian, senjata api tersebut kami periksa secara administrasi dan fisik. Apakah kondisinya masih baik atau perlu perawatan. Sehingga saat digunakan bisa berfungsi dengan baik,” jelas AKBP Joko Setiono.

Menurutnya, pemeriksaan senpi di Polres Batang kali ini dilakukan oleh Propam Polda untuk memonitor penggunaan senpi dan perawatan senpi inventaris Polri. Kegiatan tersebut diikuti oleh semua anggota dan staf fungsional serta Polsek yang menggunakan senpi, baik laras panjang maupun laras pendek. Termasuk personel pemegang senpi.

“Pemeriksaan senpi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sebulan sekali oleh Polres Batang. Dan enam bulan sekali dengan melibatkan Polda Jateng,” tuturnya.

Dijelaskan dia, tidak semua personel Polri diberikan izin memegang dan menggunakan senpi. Tapi harus lulus test yang dilakukan secara ketat, khususnya test psikologi. “Untuk pemeriksaan senpi kali ini, hanya ada dua surat izin penggunaan senpi yang terlambat beberapa hari. Senpi tersebut milik kedinasan yang disimpan di Polsek. Hasil lainnya semua dalam kondisi bagus, baik personel pengguna senpi, serta senpi yang digunakan itu sendiri,” tegas AKBP Joko Setiono. (thd/ida)