Sidak Beras Plastik di Dargo

480

KEBONAGUNG – Para pedagang beras di Pasar Dargo dan pasar tradisional lainnya di Kota Semarang diminta untuk mencermati pasokan beras yang diterimanya. Selain itu, masyarakat yang notabene sebagai konsumen juga diminta berhati-hati saat membeli beras. Sebab, bisa jadi beras yang dibelinya adalah campuran beras plastik.

”Pembeli pun harus waspada dengan mengecek betul apakah beras itu asli atau tidak. Cara pengecekannya sederhana, yakni merendam di air. Kalau beras asli pasti tenggelam, kalau beras plastik mengambang,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang, Nurjanah, saat sidak di sentra penjualan beras Pasar Dargo, pasar tradisional, serta pasar modern di Jalan MT Haryono.

Pantauan untuk mengantisipasi peredaran beras plastik ini juga melibatkan Dinas Pertanian, Kantor Ketahanan Pangan serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang. ”Hasil pantauan kami, sejauh ini tidak ditemukan adanya beras plastik atau sintetis. Kami mohon masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan isu peredaran beras plastik,” ujarnya.

Dikatakan, Disperindag bersama jajaran terkait akan mengintensifkan pengawasan peredaran beras di sejumlah titik penjualan beras, baik di pasar tradisional maupun modern. Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum menerima laporan dari pedagang maupun masyarakat terkait peredaran beras plastik di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, WP Rusdiana, menjelaskan, beras asli dapat dikenali dengan cara simpel. Dikatakan, warna khas beras asli sedikit pudar dan berwarna putih susu. Beras asli akan langsung tenggelam jika direndam di air. Sebaliknya, beras plastik akan mengambang jika ditaruh dalam wadah yang berisi air.

”Selain itu, dengan cara mengunyahnya mentah-mentah. Beras plastik kalau digigit akan susah patah. Rasanya akan berbeda, tidak ada manis-manisnya jika dikunyah dalam keadaan mentah. Beras plastik juga cenderung warnanya bening,” jelasnya sambil mengunyah beras mentah saat sidak di lapangan kemarin.

Pihaknya mengimbau kepada para pedagang dan pembeli untuk segera melaporkannya jika menemukan beras plastik. Tujuannya, agar laporan tersebut bisa langsung ditindaklanjuti untuk dilakukan uji laboratorium.

Menurutnya, peredaran beras plastik diduga beras impor asal Tiongkok. Sedangkan untuk pemasok beras ke Kota Semarang masih dari seputar wilayah Jateng, seperti Kabupaten Kendal, Boyolali, Grobogan dan Demak. ”Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan peredaran beras palsu tersebut,” harapnya.

Terpisah, kalangan DPRD Kota Semarang mendorong Pemkot Semarang intens dan rutin turun ke lapangan melakukan operasi beras. Hal ini dilakukan menyusul munculnya peredaran beras plastik yang meresahkan masyarakat.

”Beras plastik ini sangat membahayakan apabila dikonsumsi oleh masyarakat. Karena itu, saya minta Dinas Pertanian Kota, Disperindag dan Dinas Pasar intens dan rutin terjun ke lapangan melakukan operasi beras,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga mendorong pemkot melalui dinas terkait untuk mengoptimalkan swasembada pangan prodak lokal kepada masyarakat. Menurutnya, hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah menyusul beredarnya beras plastik.

”Paling tidak harus melakukan upaya pencegahan. Operasi pasar juga harus rutin. Apa pun juga ini tanggung jawab pemerintah. Kalau ada temuan (beras plastik), secepatnya ditarik dari peredaran. Masyarakat dan pedagang harus ikut aktif membantu pemerintah memberikan informasi jika ada temuan beras plastik di pasaran,” harapnya. (mha/aro/ce1)