Uji Kompetensi Balon lewat Debat Kandidat

362

SEMARANG – Semua bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang yang maju mendaftarkan diri pada penjaringan Koalisi Garuda-Matahari (Gerindra-PAN) diwajibkan untuk melakukan uji kompetensi. Recananya, uji kompetensi akan dilakukan pada pekan depan, dengan para penguji diambil dari berbagai ahli di bidang sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan.

Ketua Koalisi Garuda-Matahari, Hermawan Sulis, mengatakan, semua balon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar serta telah mengembalikan formulir diwajibkan untuk mengikuti uji kemampuan kualitas. Menurutnya, proses uji kompetensi nantinya berlangsung dengan konsep debat kandidat, dan disiarkan langsung melalui media elektronik.

”Tujuannya agar masyarakat tahu, ada tokoh-tokoh yang siap untuk membuat perubahan lebih baik untuk Kota Semarang. Setelah proses ini, selanjutnya dilakukan survei yang hasilnya akan diajukan ke DPP melalui DPD dan DPW Partai Gerindra dan PAN. Jadi, hasil dari semua kegiatan ini sebagai dasar untuk DPP bisa menilai siapa-siapa yang akan diberikan rekomendasi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/5) kemarin.

Wakil Ketua Koalisi Tugu Muda (PKS, Golkar, dan Demokrat), Suharsono, mengakui koalisi KTM, sampai saat ini masih dalam tahap sosialisasi balon kepada masyarakat. Bahkan, dalam sosialisasi tersebut diperbolehkan untuk menggunakan lambang koalisi KTM.

”Jadi balon nantinya yang melakukan sosialisasi bisa menggunakan lambang KTM. Tidak apa-apa, supaya bisa lebih mudah dikenal masyarakat. Paling tidak, sosialisasi kepada masyarakat satu bulan. Setelah tahap sosialisasi ini dilakukan, nantinya juga akan dilakukan public hearing dengan masyarakat,” katanya. (mha/aro/ce1)