417 Hektare Padi Terancam Gagal Panen

458

UNGARAN-Saluran irigasi sepanjang 30 meter di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ambrol. Sehingga pasokan air untuk mengairi sawah tidak maksimal. Imbasnya sekitar 417 hektare lahan padi di Desa Sendang, Gogodalem, Wiru, Nyemoh dan Tempuran di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, terancam gagal panen. Bahkan sudah ada lahan pertanian padi yang mengalami puso.

Menurut Kepala Desa (Kades) Sendang, Samsudin, saluran irigasi sepanjang 30 meter ambrol pada akhir bulan April lalu. Padahal saluran irigasi tersebut sangat vital untuk mengairi ratusan hektare sawah di sejumlah desa di Bringin. Sehingga warga kerjabakti membuat talang dari drum disambung-sambung hingga sepanjang 30 meter, agar air dapat mengaliri sawah. Namun airnya tidak mengalir secara maksimal, sehingga sawah-sawah kekurangan air.

“Kami sudah melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang. DPU, BBDB dan SKPD terkait, sudah melakukan pengecekan lokasi. Harapan kami, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan. Kalau tidak segera diperbaiki, tentu mengancam lahan pertanian warga,” ujar Samsudin ditemui di Kantor Bupati Semarang, di Jalan Diponegoro, Ungaran, Senin (25/5) kemarin.

Ditambahkan Camat Bringin, Tanwir, rusaknya saluran irigasi sepanjang 30 meter di wilayah Desa Sendang akan mengakibatkan lahan padi di lima desa terancam gagal panen. Bahkan, menurut Tanwir, sudah ada lahan padi yang mengalami puso. Apalagi lahan pertanian yang jaraknya sangat jauh seperti di Desa Tempuran yang mencapai 10 kilometer, tentu saja air banyak yang tidak sampai.

“Saya sudah memantau di Desa Tempuran pada Jumat (22/5) lalu. Sudah ada lahan persawahan yang tidak bisa teraliri air. Biasanya tahun-tahun sebelumnya di wilayah kami bisa panen setahun tiga kali. Kalau kondisinya seperti ini terancam gagal panen. Total lahan yang terancam gagal panen mencapai 417 hektar di lima desa,” kata Tanwir. (tyo/ida)