Beras Lokal Diburu, Harganya Melonjak Naik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SIDAK BERAS : Anggota Sat Reskrim Polres Batang saat melakukan sidak beras plastik di Pasar Darurat Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK BERAS : Anggota Sat Reskrim Polres Batang saat melakukan sidak beras plastik di Pasar Darurat Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Adanya beras plastik yang telah ditemukan di pasar tradisional Kota Pekalongan, berdampak pada kenaikan beras lokal yang ada beberapa pasar tradisional di Kabupaten Batang. Kenaikan tersebut, diduga akibat ulah nakal para agen beras sebagaimana yang dilakukan tiap menjelang bulan puasa.

Sepekan terakhir kenaikan harga beras lokal seperti IR 64, Rojo Lele dan Membramo, telah mengalami kenaikan dua kali, meski kenaikannya antara Rp 500 hingga Rp 1500 per kilogramnya. Namun hal itu sangat meresahkan para konsumen, khususnya para pedagang nasi bungkus.

Padahal saat ini beberapa desa di beberapa kecamatan penghasil beras di Kabupaten Batang, tengah panen raya. Seperti Kecamatan Bawang, Bandar, Limpung dan Warungasem, hampir setiap hari dilakukan panen raya tanaman padi.

Akibat adanya isu beras plastik, dimanfaatkan oleh para agen beras dengan menaikkan harga beras lokal. Hal itu terungkap saat Sat Reskrim Polres Batang, Senin (25/5) siang kemarin, melakukan razia beras plastik di Pasar Darurat Batang, Pasar Limpung dan Pasar Bandar.

Maemunah, 42, warga Dukuh Pecalakan, Desa Karangasem Selatan, Batang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras lokal pada saat panen raya, karena ulah para agen beras yang menahan beras untuk sementara waktu. Mereka menunggu hingga isu beras plastik mereda.

Para agen juga telah membeli gabah basah yang akan dipanen petani. Sehingga para petani tidak bisa menjual ke orang lain. Gabah yang dibeli dengan harga wajar. “Sejak ada isu beras plastik, pasokan beras lokal mulai berkurang. Dari semula 10 ton per hari, dikurangi menjadi 6 ton per hari oleh agen beras,” ungkap Maemunah.

Hal serupa juga dikatakan Nok Muripah, 57, warga Jalan RE Martadinata. Menurutnya kenaikan harga beras karena tingginya permintaan, terlebih dengan adanya isu beras plastik, beras lokal seperti IR 64 dan Membramo diburu konsumen.

“Pedagang beras harusnya membeli gabah dari petani, jangan mengandalkan beras dari agen atau distributor. Jika membeli beras dari agen, harus mengikuti harga agen beras, bukan dari pedagang beras,” kata Nok Muripah, yang mempunyai sawah lebih dari 1 hektare di Kabupaten Batang.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Batang, Abdullah, menandaskan bahwa stok beras saat ini wajar. Namun karena tingginya permintaan akan beras lokal, harga beras ikut naik. Karena itu, aparat keamanan harus segera menuntaskan permasalahan beras plastik yang mulai masuk ke Kota Pekalongan. Isu adanya beras plastik tersebut, sangat meresahkan pedagang dan konsumen beras.

“Setiap hari pembeli selalu tanya, ini beras asli apa beras plastik? Itu kan sangat menyakitkan. Mohon pihak keamanan segera menyelesaikan kasus beras plastik ini, agar tidak membuat warga resah,” tandas Abdullah.

Abdulah juga menjelaskan, adanya agen beras yang menahan berasnya lebih disebabkan karena masa panen akan berakhir. Sedangkan terkait akan dimulainya bulan Ramadan, para agen tidak melepas semua berasnya di pasar, meski ada kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 1500 per kilogramnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Hartono menegaskan bahwa razia beras plastik adalah untuk mengantisipasi agar beras plastik tidak masuk ke Kabupaten Batang. Warga harus waspada, jika menemukan beras plastik dengan ciri bahwa beras plastik tidak terlihat guratan pada bulirnya, dan bentuknya agak lonjong. Beras palstik tidak ada warna putihnya, dan jika direndam dengan air, airnya tidak berubah menjadi keruh. “Jika warga menemukan beras plastik, maka segera laporkan ke Polsek terdekat,” tegas AKP Hartono. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -