Diduga Beras Sintetis, Polisi Ambil Sampel

744
DIPERIKSA : Para petugas melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil sampel beras yang diduga beras sintetis untuk diperiksa di laboratorium. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Para petugas melakukan pemeriksaan sekaligus mengambil sampel beras yang diduga beras sintetis untuk diperiksa di laboratorium. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Adanya dugaan beras sintetis di Kota Pekalongan, Polres Pekalongan langsung meminta keterangan para pedagang, distributor dan pelapor. Bahkan, gudang distributor beras yang bersangkutan, yakni PT Semar Pelita Sejati Gudang logistik di Dr Sutomo depan Brimob, juga langsung diperiksa sekaligus mengambil sampel beras.

Dugaan adanya beras sintetis berawal dari laporan sepasang suami istri Said, 35, dan Sri, 30, warga Kampung Baru Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Keduanya curiga, beras yang telah dibeli sudah dimasak selama 3 jam, tapi tidak kunjung matang. Padahal biasanya cuma 1 jam. Bahkan beras tersebut juga sangat lembek.

Dalam penuturannya, pada Sabtu (23/5), mereka membeli satu kantung beras cap Kepala Jago, produksi PT Sukses Abadi Karya Inti Jalan Raya Solo Sragen KM 23 Sidoharjo Sragen Jawa Tengah. Seberat 10 kilogram beras tersebut, dibeli dari salah satu pedagang langganannya Yukhirudin Iswanto di lantai II Blok F25 Pasar Banjarsari, Kota Pekalongan. Kemudian pada Minggu (24/5) dini hari, beras tersebut mulai dimasak.

“Saya sudah jualan nasi sekitar dua tahun ini. Selama ini, pakai beras merek itu tidak ada masalah, hasilnya bagus. Tetapi kok yang ini hasilnya tidak maksimal. Hasilnya benyek (lembek, red), lengket, tapi dalamnya masih keras,” ungkap Said.
Karena khawatir, beras tersebut dikembalikan ke pedagang yang bersangkutan. Sisa beras tersebut kemudian dibawa oleh Satreskrim Kota Pekalongan untuk diselidiki lebih lanjut.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasatreskrim Kota Pekalongan AKP Dwi Budiyanto menerangkan bahwa pihaknya sudah mengamankan barang bukti beras yang dimaksud.

“Kami sudah mengamankan beras yang dimaksud, sudah coba memasaknya. Tidak masalah, hasilnya normal saja. Distributor juga sudah kami mintai keterangan terkait hal ini. Jadi masyarakat jangan terlalu resah dengan kasus ini. Karena belum jelas juga hasilnya,” ucapnya, Senin (25/5) kemarin.

Budiyanto juga menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai Dinas Kesehatan (Dinkes) dan laboratorium, untuk memeriksa beras yang dimaksud. “Intinya kami sudah melakukan tindakan yang semestinya. Namun hasil pastinya, masih menunggu hasil lab. Apakah sintetis atau bukan, masih menunggu beberapa hari lagi,” terusnya.

Sementara itu, saat Jawa Pos Radar Semarang datang langsung ke Pasar Banjarsari, pedagang yang bersangkutan Yukhirudin Iswanto pemilik kios beras enggan memberikan keterangan. Tokonya dibiarkan tanpa ada yang menunggui.

Dari keterangan tetangga kios, Eny,48, warga Jerukasari Tirto, pedagang di Pasar Banjarsari tidak terpengaruh dengan kasus beras sintetis. “Saya rasa, ini perbuatan orang yang mau membuat kisruh. Saya tidak percaya adanya beras tersebut, hanya segelintir orang yang percaya. Teman-teman pedagang lain, masa bodoh dengan kejadian ini, belum banyak berpengaruh,” kata pemilik Toko Eny.

Hal yang sama diungkapkan Zubad, warga Wiradesa yang berjualan tahu tepat di depan kios beras milik Yukhirudin. “Tadi salesnya kesini, konfirmasi masalah tersebut. Pembeli yang dapat beras dan menduga beras plastik juga diajak kesini, berasnya diganti sekarung juga, sesuai saat beli. Polisi kemarin sudah kesini membawa beras yang diduga sintetis,” ujarnya saat ditemui di Pasar Banjarsari, Senin (25/5) kemarin.

Kapolsek Pekalongan Timur AKP Agus Riyanto bersama tim, juga langsung mendatangi gudang distributor beras yang dimaksud. Pihaknya langsung meminta sampel seluruh beras yang didistribuskan ke seluruh toko di Kota Pekalongan.

“Tindakan ini kami harapkan bisa membuat masyarakat lebih tenang terkait kasus ini. Saya berharap, masyarakat tidak terpancing isu yang lebih dalam. Karena belum ditemukan bukti konkrit terkait beras sintetis di Pekalongan,” ujarnya saat ditemui di Gudang Beras di Jalan Dr Sutomo Kalibanger Pekalongan Timur Kota Pekalongan, Senin (25/5) kemarin.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Semar Pelita Sejati Pekalongan, Bambang Sayekti Arum mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka dengan kasus tersebut. “Kami terbuka dengan pemeriksaan ini, karena usaha kami legal dan resmi. Beras yang kami punya juga standar nasional, saya harap masyarakat jangan khawatir,” terangnya.

Ditambahkan, sudah 2 tahun pihaknya tidak ada komplain terkait produk yang dijualnya. “Produk kami berkualitas, karena kami ditriburtor untuk modern market. Saya belum tahu faktanya di lapangan terkait beras tersebut,” tegasnya.
Terkait konsumen yang membeli produknya, pihaknya sudah beritikad baik melakukan penggantian 100 persen atas beras yang sudah dibeli. Dan berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi. (han/ida)