Irigasi Penuh Dengan Sampah, Para Petani di Kesongo Resah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MEMPRIHATINKAN : Seorang warga Sejambu menunjukkan sawah penuh dengan sampah. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMPRIHATINKAN : Seorang warga Sejambu menunjukkan sawah penuh dengan sampah. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG—Sejumlah petani di Desa Kesongo mengeluhkan irigasi yang penuh dengan sampah yang memenuhi area persawahan warga. Diduga, sampah tersebut berasal dari sampah masyarakat dari daerah sekitar Kesongo, Sejambu dan Salatiga. Padahal, irigasi tersebut berasal dari Senjoyo yang kemudian melewati Salatiga dan menuju ke rawa Pening.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Senin (25/5) kemarin, sejumlah sawah warga penuh dengan sampah yang terbawa air dari saluran irigasi. Demikian halnya dengan sungai yang mengarah ke Rawa Pening, juga penuh dengan sampah plastik. Dengan banyaknya sampah dari anak sungai menuju Rawa Pening, dipastikan dasar Rawa Pening penuh dengan sampah plastik.

Zam-Zami, 32, warga Sejambu, Tuntang, Kabupaten Semarang, mengatakan sampah yang menuju ke Rawa Pening memang parah. Kemarin ketika musim hujan, tidak kelihatan karena terbawa air hujan. Sekarang memasuki musim kemarau, debit air kecil, sampah-sampah mulai kelihatan banyak. “Perangkat desa sudah mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Tapi tetap saja dilakukan,” ujarnya.

Sekali-kali memang perlu diberikan sanksi agar jera. Pasalnya, kalau banjir pasti yang disalahkan pemerintah. Padahal, setiap hari beberapa masyarakat membuang sampah sembarangan. Yang dirugikan adalah petani, karena jika banjir sawah petani kebanjiran.

Hal senada diungkapkan oleh Ngaidi, 45, petani asal Kesongo. Menurutnya, bukan hanya masalah irigasi yang penuh sampah, tapi karena tidak ada tempat pembuangan akhir. Sawah-sawah petani yang jadi sasaran. Para pengemudi motor dengan seenaknya membuang kemudian pergi, seperti tanpa dosa.

“Masalahnya, jika sudah ada sampah di area tertentu, beberapa masyarakat ikut membuang sampah di tempat tersebut. Dipikirnya boleh membuang sampah di sana. Lagi-lagi, petani yang harus membersihkan,” katanya.

Kesadaran masyarakat tentang sampah memang masih minim. Padahal kalau sampah plastik sudah masuk ke sawah, kemudian dibajak dan bercampur dengan tanah, jelas akan berimbas tidak baik bagi sawah petani. “Menanggulangi sampah memang sulit, tapi pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat agar semakin hari, tidak mengkhawatirkan,” pungkasnya. (abd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -